Art for Sumatra Hadirkan Taufik Ermas, Pelukis yang Membaca Makna Lewat Kanvas Tak Utuh

Art for Sumatra Hadirkan Taufik Ermas, Pelukis yang Membaca Makna Lewat Kanvas Tak Utuh

Taufik Ermas


Dalam praktik seni lukis kontemporer Indonesia, nama Taufik Ermas dikenal melalui pendekatan eksperimental terhadap medium kanvas. Seniman kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, tahun 1984 ini menjadikan lukisan bukan sekadar bidang visual, melainkan ruang konseptual untuk membaca keberadaan, ketiadaan, dan makna yang tersembunyi di balik apa yang tidak lagi utuh. Melalui karya-karyanya, Taufik mengajak penonton berhadapan dengan bentuk-bentuk yang terfragmentasi dan metaforis.

Taufik merupakan lulusan Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Dalam proses berkaryanya, ia gemar mengeksplorasi tekstur serta memanipulasi struktur kanvas dengan cara memotong, menghilangkan, atau membiarkan sebagian bidang kosong. Pendekatan ini menjadi ciri khasnya, di mana ketidakhadiran elemen visual justru berfungsi sebagai pusat perhatian dan pemicu tafsir.

Jenis karya Taufik berfokus pada lukisan yang menempatkan ruang kosong sebagai gagasan utama. Bagian kanvas yang hilang bukan diperlakukan sebagai kekurangan, melainkan sebagai ruang dialog antara yang hadir dan yang absen. Melalui strategi visual ini, Taufik membuka pertanyaan tentang memori, keberadaan, dan pengalaman melihat, sekaligus mendorong penonton untuk membaca makna di balik apa yang tidak lagi terlihat secara fisik.

Pendekatan artistik tersebut turut dihadirkan Taufik dalam pameran Art for Sumatra, sebuah pameran seni rupa yang menghadirkan karya-karya seniman Indonesia sebagai bentuk refleksi dan solidaritas terhadap isu, ingatan, serta realitas sosial yang berkaitan dengan Sumatra. Pameran ini diselenggarakan di Contemporary Art Gallery Taman Mini, Jakarta, dan menjadi ruang pertemuan berbagai praktik seni kontemporer dari beragam latar pendekatan.

Selain aktif di dalam negeri, Taufik Ermas juga konsisten berpameran di tingkat internasional. Ia tercatat berpartisipasi dalam sejumlah pameran di Filipina dan Hong Kong, memperluas jangkauan praktik melukisnya di kancah regional Asia. Kiprah tersebut menegaskan posisi Taufik sebagai perupa yang terus membangun dialog lintas konteks melalui eksplorasi medium dan gagasan.




ArtForSumatraTaufikErmasSeniLukisKontemporerAsianArt

Share to:



Modal Video 01