Arbani Yasiz Refleksikan Sandwich Generation Lewat Serial Keluarga Yang Tak Dirindukan

Arbani Yasiz Refleksikan Sandwich Generation Lewat Serial Keluarga Yang Tak Dirindukan

Gala Premiere Arbani Yaziz/Foto: Instagram @arbaniyaziz


Jakarta — Keterlibatan Arbani Yasiz dalam serial Keluarga Yang Tak Dirindukan membawanya pada refleksi lebih dalam tentang makna keluarga. Memerankan tokoh Thoriq, Arbani mengaku proses syuting turut mengajaknya memahami isu sandwich generation yang belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ada perubahan mendasar dalam cara pandangnya terhadap orang tua. Menurut Arbani, relasi dalam keluarga sangat bergantung pada individu yang menjalaninya.

“Perspektif yang berbeda sih enggak ya. Karena balik lagi ini masalah individu. Misalnya ada seorang anak yang jahat sama orang tuanya tapi ada juga orang tua jahat sama anaknya,” ujar Arbani Yasiz saat ditemui di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Baca Juga: Rekomendasi Drama Korea Tayang Februari 2026!

Tentang Orang Tua dan Anak dalam Dinamika Keluarga

Di tengah perbincangan soal relasi orang tua dan anak, Arbani mengamini satu pandangan yang kerap ia dengar.

“Tapi aku lebih setuju dengan kata-kata ini: Orang tua mungkin bisa mendidik atau merawat 10 anak, tapi 10 anak belum tentu bisa merawat orang tuanya,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut ia kaitkan dengan fenomena sandwich generation, yakni kondisi ketika seseorang berada di antara tanggung jawab merawat orang tua lanjut usia dan membangun masa depan keluarganya sendiri. Fenomena ini kian banyak dialami seiring perubahan struktur keluarga dan meningkatnya usia harapan hidup.

Berempati Tanpa Menghakimi

Arbani mengakui posisi sebagai sandwich generation bukanlah hal mudah. Ia menilai banyak orang berada dalam dilema ketika harus menentukan prioritas hidup.

“Sandwich generation ini memang berat. Pasti banyak orang yang mengalami hal seperti itu. Kadang kita bingung harus memprioritaskan yang mana, diri sendirikah? Keluarga, atau masa depan,” ucapnya.

Karena itu, ia memilih untuk tidak menghakimi kondisi siapa pun, mengingat setiap orang memiliki latar belakang dan beban hidup yang berbeda.

Belajar dari Cerita, Meski Tak Mengalami Langsung

Dalam kehidupan pribadinya, Arbani bersyukur memiliki keluarga yang harmonis. Ia mengaku tidak sepenuhnya merasa relate dengan konflik yang diangkat dalam serial tersebut.

“Kalau aku sih enggak ada karena alhamdulillah keluargaku keluarga yang dirindukan, bukan keluarga yang tak dirindukan. Jadi, enggak relate sebenarnya. Cuma, jadi belajar dari karakter Bapak, Ibu, Thoriq, Firza, Zahra, terus ada Ical,” tuturnya.

Tentang Cara Mendidik dan Merawat Orang Tua

Kini telah menikah, Arbani mengaku banyak memetik pelajaran dari serial tersebut, terutama terkait cara mendidik anak dan merawat orang tua.

“Terlebih kayak cara mendidik atau sampai sekarang pun bagaimana cara kita merawat orang tua dengan baik. Makanya aku bilang ini tontonan yang bagus buat kita-kita. Kita bisa nonton supaya bisa berkaca, bisa sama-sama belajar,” katanya.

Keluarga sebagai Ruang Aman dan Hangat

Serial Keluarga Yang Tak Dirindukan akan tayang di MDTV dan Netflix mulai 13 Februari 2026. Selain Arbani Yasiz, serial ini juga dibintangi Miqdad Addausy, Nabila Zavira, dan Kiki Narendra.

Bagi Arbani, keluarga seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi setiap anggotanya.

“Maksudnya kenyamanan dan kehangatan itu didapat dari keluarga. Jadi kalau kondisinya (tidak ideal) seperti itu, mari kita cari kesalahannya di mana dan mari kita perbaiki bareng-bareng. Itu sih, problem solving-nya,” pungkasnya.




ARBANIYAZIZKELUARGAYANGTAKDIRINDUKANSERIESBARUSERIESINDONESIAMDPICTURESMANOJPUNJABI

Share to:



Modal Video 01