Jakarta - Sabrina Carpenter tampil sebagai salah satu penampil utama di Coachella 2026 dengan konsep panggung yang unik. Ia menghadirkan nuansa Hollywood tempo dulu yang kental sepanjang penampilannya.
Show berdurasi sekitar 90 menit itu terasa seperti konser solo, lengkap dengan visual teatrikal dan aransemen musik yang megah.
Konsep Panggung Ala Hollywood Klasik
Penampilan Sabrina dibuka dengan video intro hitam-putih yang langsung membawa penonton ke era klasik. Setelah itu, panggung berubah dramatis dengan iringan orkestra dan lagu pembuka yang memikat.
Set panggung dibuat menyerupai Broadway dengan elemen mobil retro serta tulisan “SABRINAWOOD” yang terinspirasi dari Hollywood Hills. Pergantian kostum juga menjadi daya tarik tersendiri, memperkuat konsep vintage yang diusungnya.
Aksi Unik hingga Monolog Ikonik
Sabrina juga menyuguhkan momen unik saat membawakan lagu “Manchild” dengan interaksi bersama penari berkostum anjing. Aksi tersebut mencuri perhatian karena tampil playful dan tidak biasa.
Selain itu, ada segmen interlude cukup panjang yang menampilkan Susan Sarandon sebagai versi tua dari Sabrina. Ia membawakan monolog emosional yang memberi sentuhan berbeda dalam pertunjukan tersebut.
Kenangan dan Perjalanan Karier
Di akhir penampilan, Sabrina mengenang momen saat pertama kali tampil di Coachella 2024, tepat setelah merilis lagu “Espresso”. Saat itu, lagu tersebut belum dikenal luas.
“Dua tahun lalu, saya ingin merilis sebuah lagu kecil sebelum Coachella,” ujarnya. “Dan sekarang saya rasa kalian mungkin tahu liriknya," lanjut Sabrina, menunjukkan perjalanan kariernya yang berkembang pesat.
Penampilan ini pun ditutup dengan lagu “Tears”, menandai salah satu show paling berkesan di Coachella tahun ini.
Share to:
Related Article
-
10 Musisi Indonesia Terkeren versi Spotify 2020, Idola Kamu Masuk Gak?
Update|December 07, 2020 20:28:28
