Indonesia Ajak 14 Seniman Muda dan Senior Tampil di Venice Biennale 2026

Indonesia Ajak 14 Seniman Muda dan Senior Tampil di Venice Biennale 2026

Sumber Foto : Istimewa


Indonesia dipastikan kembali ambil bagian dalam ajang seni kontemporer paling bergengsi dunia, Venice Biennale 2026.

Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Fadli Zon yang menyebut keikutsertaan Indonesia kali ini menjadi momentum penting setelah enam tahun vakum dari panggung seni internasional tersebut.

Dalam edisi ke-61 Venice Biennale, Indonesia akan menghadirkan Paviliun Indonesia dengan tema “Printing the Unprinted”.

Tema tersebut dipilih untuk menggambarkan proses eksplorasi sejarah, identitas, hingga imajinasi Nusantara melalui medium seni cetak grafis atau printmaking.

Untuk mempersiapkan partisipasi Indonesia, Kementerian Kebudayaan menunjuk Aminuddin TH Siregar sebagai kurator utama. Paviliun Indonesia nantinya akan berlokasi di Scuola Internazionale Di Grafica.

Menariknya, deretan seniman yang terlibat datang dari latar belakang yang beragam. Dari total 14 perupa, tujuh di antaranya merupakan seniman muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Termasuk wilayah yang pernah terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera Utara. Bahkan, ada pula seniman difabel asal Papua yang turut ambil bagian dalam proyek ini.

Sementara itu, tujuh nama lainnya merupakan seniman senior dan tokoh penting di dunia seni rupa Indonesia, seperti Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E. Hartanto, Theresia Agustina Sitompul, Mariam Sofrina, dan Rusyan Yasin.

Sebelum pameran dimulai, para perupa akan mengikuti program residensi selama dua bulan di Eropa. Program tersebut juga akan dibarengi kegiatan art healing dan mentorship di Firenze untuk mendukung perkembangan seniman muda Indonesia.

Keikutsertaan Indonesia di Venice Biennale bukan hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga langkah besar untuk memperkenalkan wajah seni rupa Indonesia kepada dunia internasional.

Pemerintah berharap momentum ini dapat membuka peluang lahirnya biennale berskala global di Indonesia di masa depan.

Menurut Fadli Zon, kehadiran Indonesia di Venice Biennale menjadi representasi penting budaya Nusantara di tengah beragam ekspresi seni dunia.




SeniVenice Biennale 2026Art

Share to:



Modal Video 01