Atalia Praratya melontarkan kritik terhadap lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejad yang diciptakan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.
Menurutnya, lirik dalam lagu tersebut mengandung pesan yang berpotensi merendahkan perempuan dan tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya Sunda.
Melalui unggahan di media sosial, Atalia mengaku telah mencoba memahami isi lagu tersebut dari berbagai sudut pandang.
Namun, setelah mencermatinya, ia tidak menemukan makna yang menunjukkan penghormatan terhadap perempuan.
Ia pun mempertanyakan mengapa narasi seperti itu dipilih, padahal bahasa Sunda memiliki banyak ungkapan yang indah dan sarat akan pesan kehidupan.
Bagi Atalia, budaya Sunda sejak lama dikenal menjunjung tinggi nilai silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi.
Karena itu, ia menilai lirik lagu tersebut tidak mencerminkan semangat budaya yang mengedepankan rasa hormat, empati, dan saling menghargai.
Atalia juga menyoroti adanya nuansa patriarki dalam lagu tersebut. Menurutnya, di tengah berbagai upaya untuk menghapus stigma dan perlakuan yang merendahkan perempuan.
Selain itu Atlia juga menyoroti kemunculan narasi seperti itu justru menjadi hal yang disayangkan, terlebih karena berasal dari seorang kepala daerah.
Ia berharap karya yang lahir dari seorang pemimpin dapat membawa pesan yang lebih membangun serta mencerminkan nilai-nilai yang menghargai perempuan dan budaya lokal.
Sementara itu, hingga kini Om Zein belum memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan Atalia. Berdasarkan pantauan di media sosial, Bupati Purwakarta tersebut masih aktif membagikan aktivitas dan agenda kerjanya seperti biasa.
Share to:
Related Article
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel di Lebanon Selatan
Viral|June 21, 2026 18:20:00
