KM Virgo Transport 8 yang membawa sekitar 243 penumpang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin ketika dihantam gelombang besar hingga mengalami kondisi yang membahayakan penumpang.
Salah satu penumpang yang berhasil selamat adalah Haryono, warga Semarang. Saat kejadian, Haryono berada bersama 15 pekerja yang hendak menuju perkebunan kelapa sawit di Kapuas. Haryono sendiri berperan sebagai pengawal rombongan tersebut.
Haryono mengungkapkan, KM Virgo Transport 8 seharusnya berangkat dari Surabaya pada pukul 17.00.Namun, keberangkatan mengalami keterlambatan hingga pukul 22.00, sementara para penumpang mulai naik ke kapal sekitar pukul 21.00.
Sekitar pukul 02.00 WITA, Haryono yang sedang tidur di dalam kabin tiba-tiba dibangunkan oleh rekannya. Ia diberitahu bahwa kapal dalam kondisi akan tenggelam.
Saat terbangun, Haryono melihat kapal sudah dalam posisi miring. Tidak terdengar alarm bahaya, ia hanya mendengar satu kali suara klakson kapal sebelum seluruh lampu kemudian padam.
Dalam kondisi gelap, Haryono berusaha mencari pelampung sebelum naik ke bagian dek kapal. Namun, sekitar 10 menit setelah berada di atas, gelombang besar menghantamnya. Haryono menyebut tinggi gelombang tersebut hampir mencapai lima meter hingga membuat tubuhnya terlempar ke laut.
''Saya berpikir saya harus selamat, pas saya sudah di atas kapal, selang 10 menit saya dihantam ombak besar hampir 5 meter, saya langsung jatuh ke laut,” kata Haryono.
Beruntung, saat terjatuh ke laut Haryono sudah mengenakan pelampung. Ia kemudian terombang-ambing di tengah laut dengan kondisi gelombang yang masih tinggi.
Dalam situasi tersebut, Haryono menemukan sebuah lemari atau bagian dari perlengkapan kapal yang kemudian digunakan untuk berpegangan agar tidak terseret arus.
Setelah bertahan di tengah laut, Haryono akhirnya berhasil mencapai sekoci. Ia bersama sembilan orang lainnya berada di dalam sekoci tersebut, terdiri dari sembilan laki-laki dan satu perempuan. Namun, suasana belum sepenuhnya aman.
Dari atas sekoci, Haryono masih mendengar suara orang-orang yang meminta pertolongan dari tengah laut. Suara tersebut terdengar di tengah kondisi laut yang gelap, termasuk suara seorang perempuan yang masih meminta bantuan.
Sekitar pukul 10.00, mereka akhirnya melihat sebuah kapal nelayan. Haryono dan korban selamat lainnya kemudian dievakuasi. Setelah berada di daratan, Haryono kembali dievakuasi menggunakan KRI Nala.
Dari 15 pekerja yang sebelumnya berangkat bersama Haryono menuju Kapuas, sebanyak 10 orang termasuk dirinya diketahui berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, lima orang lainnya masih dinyatakan hilang pada saat keterangan tersebut disampaikan.
Share to:
Related Article
-
Daftar Harga Tiket Konser TVXQ di Jakarta, Dijual Mulai Besok!
Update|March 13, 2024 19:06:46
