Kenapa Sih Nonton Drakor di Korea Utara Kena Hukuman Mati?

Kenapa Sih Nonton Drakor di Korea Utara Kena Hukuman Mati?

Foto

Foto: Voice of America


Korea Utara beberapa waktu lalu memang pernah menyuarakan hubungan yang mencair dengan Korea Selatan. 

Saat itu, Pemimpin Kim Jong Un bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in yang ditampilkan di media yang dikendalikan negara. Bahkan beberapa grup Korea Selatan sudah pernah tampil di Korea Utara.

Namun, itu bukan berarti warga Korea Utara bisa menikmati semua hiburan dari negara tetangganya itu. Masih ada hukuman yang keras bagi warga yang berani menonton program TV dari seberang perbatasan. 

Foto: Instagram/SBS Drama

Hukuman Mati

Orang-orang yang melakukan 'kejahatan' itu masih dapat menghadapi penjara, kamp kerja paksa, atau sampai dengan hukuman mati!

Radio Free Asia melaporkan pidato tentang hukuman tersebut pada awal tahun lalu.

Pidato tersebut menyebutkan di mana para pejabat menuntut agar penduduk "menjauhkan diri dari menonton video-video kapitalisme yang dekaden ... yang telah menemukan jalan masuk dari Selatan."

Film Bajakan

Foto: Alexander F. Yuan/AP

Pasti banyak yang berfikir bagaimana warga Korea Utara bisa sangat betah hidup seperti itu. Kenyataannya, mereka juga manusia.

Untuk bisa menyaksikan film-film dan drama dari luar Korea Utara, ada banyak cara dilakukan. Salah satunya adalah melalui pasar gelap dan bahkan langit.

Aktivis Korea Selatan telah lama menggunakan balon untuk membawa barang terlarang di perbatasan. Itu termasuk selebaran yang mencemooh pemerintah Korea Utara dan flash drive USB yang berisikan opera Korea Selatan.

Warga Korea Utara yang dekat dengan perbatasan dengan Korea Selatan juga dapat menerima sinyal siaran dari selatan dengan memanipulasi frekuensi di TV mereka.

Menoton diam-diam

Foto: pixabay

Sebuah cerita dari tahun 2017 mengisahkan bagaimana cara warga Korea Utara menonton film dari luar negaranya. 

Gadis muda dari Provinsi Ryanggang, Korea Utara bernama Yeonmi Park pergi ke rumah pamannya untuk menonton TV. Dia menutupi jendela dengan selimut, menurunkan volume, dan meringkuk di sekitar TV. Dia menyaksikan salinan Film "Titanic" bajakan.

Saat ini dia sudah pergi meninggalkan Korea Utara dan sekarang tinggal di A.S.

Alasan mereka tak diperbolehkan nonton Drama korea Selatan

Foto: Instagram/SBS Drama

Salah satunya adalah adegan 'cinta-cintaan' yang dilarang untuk menjadi konsumsi warga Korea Utara.

Pasalnya, mereka diajarkan sejak kecil bahwa cinta mereka hanya untuk pemimpinnya seorang.

kembali kepada kisah Yeonmi Park saat menonton film 'Titanic' bajakan, dia pun sangat bingung kenapa seorang pria rela mati demi wanita yang dicintainya.

"Saya tidak pernah mendengar ayah saya memberi tahu ibu saya bahwa dia mencintainya. Dan ibu saya juga tidak pernah mengatakan kepada saya bahwa dia juga mencintaiku," katanya seperti dilansir dari Nrp.org.

"Bagi saya, cinta hanya diungkapkan [untuk] Pemimpin yang Terhormat. Jadi, itu adalah konsep yang sangat aneh bagi saya - Bagaimana seorang pria bisa mati untuk seorang wanita?"




Nonton Drakor di Korea UtaraPeraturan di korea utaraKorea UtaraHukuman Mati di korea Utara

Share to: