Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berorientasi pada kepentingan publik dalam ajang AI Impact Summit 2026. Forum internasional tersebut menjadi ruang bagi berbagai negara untuk membahas arah kebijakan, tata kelola, serta pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dan inklusif di tengah percepatan transformasi digital global.
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia menekankan bahwa pengembangan AI tidak semata-mata berfokus pada aspek komersial, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. Pemanfaatan AI dinilai dapat dioptimalkan untuk sektor layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga administrasi pemerintahan agar lebih efisien dan transparan.
Indonesia juga menyoroti pentingnya tata kelola AI yang jelas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Regulasi yang seimbang dinilai menjadi kunci agar inovasi tetap tumbuh tanpa mengabaikan aspek etika, perlindungan data pribadi, serta keamanan digital. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil disebut sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem AI yang berkelanjutan.
Selain itu, penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian penting. Indonesia mendorong peningkatan kapasitas talenta digital melalui pendidikan, pelatihan, dan riset agar mampu bersaing di tingkat global. Investasi pada pengembangan kompetensi AI diharapkan tidak hanya mempercepat adopsi teknologi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru.
Partisipasi aktif Indonesia dalam forum ini mencerminkan upaya untuk mengambil peran strategis dalam percaturan teknologi global. Dengan menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas, Indonesia berharap pengembangan AI ke depan dapat berjalan secara inklusif, adil, dan memberikan manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat.