TikTok berencana memperketat pengawasan terhadap usia penggunanya dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dilakukan untuk membatasi akses pengguna berusia di bawah 13 tahun, sejalan dengan upaya perlindungan anak di ruang digital yang semakin menjadi perhatian global.
Melalui sistem berbasis AI, TikTok akan menganalisis berbagai sinyal penggunaan akun untuk memperkirakan usia pengguna. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi akun yang diduga dimiliki oleh anak-anak, meskipun informasi usia yang dimasukkan saat pendaftaran tidak mencerminkan usia sebenarnya.
Jika sistem mendeteksi pengguna di bawah usia yang diizinkan, TikTok akan mengambil tindakan berupa pembatasan akses hingga pemblokiran akun. Pengguna yang terdampak masih diberikan kesempatan untuk mengajukan verifikasi usia apabila merasa terjadi kesalahan dalam proses pendeteksian.
Penerapan AI ini menjadi bagian dari strategi TikTok dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman. Platform tersebut menilai bahwa metode manual saja tidak lagi cukup untuk mengawasi jutaan akun baru yang dibuat setiap harinya, sehingga diperlukan pendekatan teknologi yang lebih adaptif.
Meski demikian, penggunaan AI untuk verifikasi usia juga menimbulkan tantangan tersendiri, terutama terkait akurasi dan privasi pengguna. TikTok menyatakan akan terus menyempurnakan sistemnya agar kebijakan perlindungan anak dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan hak dan kenyamanan pengguna.
Share to:
Related Article
-
Simak Nih! Ini 10 Seleb yang Bakal Jalani Ramadan 2020 sebagai Suami-istri
Update|April 20, 2020 07:20:00
