Jakarta — Panggung Halftime Super Bowl LX mendadak berubah menjadi ruang sakral. Di tengah gemerlap konser dan sorak puluhan ribu penonton di Levi’s Stadium, Bad Bunny menghadirkan momen yang tak biasa: sebuah pernikahan sungguhan yang berlangsung langsung di hadapan publik dunia.
Di tengah pertunjukan musiknya, sang megabintang mempersilakan sepasang kekasih naik ke panggung. Diiringi dentuman reggaeton dan nuansa salsa yang khas, pasangan tersebut mengucap janji suci bukan sebagai bagian dari sketsa hiburan, melainkan prosesi pernikahan yang sah secara hukum.
Bukan Sekadar Atraksi Panggung
Awalnya, banyak penonton mengira adegan tersebut hanyalah bagian dari konsep pertunjukan. Namun setelah acara berakhir, terungkap bahwa prosesi tersebut benar-benar diresmikan secara legal.
Seorang hakim dihadirkan langsung ke tengah lapangan untuk memimpin prosesi. Bad Bunny bahkan menghentikan penampilannya sejenak, berdiri sebagai saksi, dan ikut menandatangani dokumen pernikahan di depan kamera. Momen ini pun tercatat sebagai salah satu pernikahan dengan jumlah penonton terbanyak dalam sejarah.
Kolaborasi Kejutan yang Emosional
Suasana haru semakin terasa ketika seorang bintang tamu muncul tanpa pemberitahuan. Lady Gaga naik ke panggung dan menyanyikan “Die With a Smile” dengan iringan band salsa, mengiringi pasangan tersebut saat prosesi berlangsung.
Perpaduan vokal Gaga yang kuat, janji sederhana dari pasangan pengantin, dan atmosfer stadion raksasa menciptakan momen emosional yang kontras dengan riuhnya konser Super Bowl.
Persiapan Panjang di Balik Layar
Di balik spontanitas yang terlihat di layar, pernikahan ini ternyata dipersiapkan dengan sangat matang. Seluruh proses administrasi dilakukan jauh hari agar prosesi tersebut sah secara hukum di negara bagian California.
Langkah ini menegaskan bahwa apa yang terjadi di atas panggung bukan sekadar simbolik, melainkan keputusan nyata yang melibatkan tanggung jawab hukum dan personal.
Dari Penggemar ke Panggung Dunia
Identitas pasangan pengantin sengaja dirahasiakan hingga hari-H. Bad Bunny disebut ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar autentik—bukan aktor, bukan penari latar, melainkan penggemar sungguhan yang merayakan hari terpenting dalam hidup mereka.
Keputusan ini dipandang sebagai langkah berani, karena mengaburkan batas antara ranah privat dan hiburan berskala global.
Baca Juga: Satu Dekade Menanti, Kehlani Raih Dua Grammy Perdana Lewat “Folded”
Konser Meriah dengan Pesan Cinta
Selain momen pernikahan, penampilan Bad Bunny sendiri tampil penuh energi. Lagu-lagu hits seperti “Tití Me Preguntó” dan “Monaco” dibawakan dengan latar visual jalanan Puerto Rico dan nuansa pantai tropis. Ratusan penari memenuhi panggung, sebelum suasana mendadak melambat saat prosesi nikah dimulai.
Sebagai penutup, layar raksasa menampilkan kalimat: “The only thing stronger than hate is love.” Pertunjukan ditutup dengan kembang api, meninggalkan kesan bahwa bahkan di tengah ajang olahraga terbesar, cinta tetap bisa menjadi sorotan utama.
Share to:
Related Article
-
Dipha Barus Dipastikan Ikut Ramaikan "Head in the Clouds Jakarta"
Update|February 26, 2020 21:30:00
