Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang pada periode 5 hingga 9 Maret. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang sedang aktif di wilayah barat Indonesia, yang meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan di kawasan Jabodetabek.
Salah satu faktor utama penyebab cuaca tersebut adalah adanya pertemuan massa udara atau konvergensi angin di sekitar wilayah Pulau Jawa. Pertemuan angin ini mendorong proses pembentukan awan hujan menjadi lebih intens sehingga memicu hujan lebat di sejumlah wilayah, terutama pada siang hingga malam hari.
Selain itu, kondisi udara yang cukup lembap di lapisan atmosfer juga mempercepat pertumbuhan awan konvektif. Awan jenis ini dikenal mampu menghasilkan hujan deras dalam waktu relatif singkat dan sering kali disertai angin kencang serta petir.
Faktor lain yang memengaruhi adalah adanya aliran massa udara yang membawa uap air dari perairan sekitar Indonesia menuju wilayah daratan. Pasokan uap air yang cukup tinggi tersebut membuat proses pembentukan awan hujan semakin aktif dan meluas di wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut. Hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi menyebabkan genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas di sejumlah wilayah perkotaan.