Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut rata-rata IQ orang Indonesia saat ini berada di angka 78. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai intervensi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia.
Pernyataan itu disampaikan Dadan saat memaparkan perkembangan dan dampak program MBG dalam kegiatan Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang, Sabtu (18/4/2026). Dalam keterangannya pada Senin (20/4/2026), Dadan menjelaskan bahwa program MBG difokuskan pada dua fase penting, yakni 1.000 hari pertama kehidupan dan fase usia sekolah.
Menurut Dadan, dua fase tersebut sangat menentukan perkembangan kecerdasan anak dan pertumbuhan fisik yang optimal. Pemerintah berharap intervensi gizi sejak dini dapat mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi Indonesia di masa depan.
“Kita harapkan dengan program ini stunting-nya bisa dicegah, karena rata-rata IQ Indonesia sekarang 78, dengan harapan dengan hadirnya program ini nanti 10 tahun 15 tahun ke depan yang lahir hari ini, 20 tahun kemudian akan jadi tenaga kerja produktif itu sudah tidak stunting, dan tinggi badannya naik karena kita intervensi dari sekarang,” ujar Dadan.
Ia mengatakan, latar belakang program MBG bermula dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap tingginya pertumbuhan penduduk Indonesia yang perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM. Dadan menyebut Indonesia saat ini masih mengalami pertumbuhan penduduk sekitar 6 orang per menit atau 3 juta per tahun, dan diproyeksikan mencapai 324 juta jiwa pada 2045.
Menurut Dadan, persoalan utama bukan hanya soal pertumbuhan jumlah penduduk, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dilahirkan. Ia menyoroti rata-rata lama pendidikan masyarakat Indonesia yang disebut masih berada di angka sembilan tahun.
Kondisi tersebut, lanjut dia, berdampak pada rendahnya akses anak terhadap makanan bergizi seimbang. Dadan menyebut banyak anak Indonesia lahir dari keluarga dengan latar belakang pendidikan orangtua yang terbatas, sehingga pemenuhan gizi anak belum optimal.
“Sehingga tidak heran kalau 60 persen anak tidak punya akses terhadap makan bergizi seimbang, 60 persen anak itu jarang minum susu bahkan tidak mampu minum susu,” kata Dadan.
Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, Dadan juga menilai program MBG memiliki pengaruh besar terhadap perputaran ekonomi daerah. Ia menyebut hingga kini program tersebut telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia melalui 27.000 SPPG dengan total penyerapan anggaran mencapai Rp 60 triliun.
Anggaran itu, kata dia, telah tersebar dari Sabang hingga Merauke dan ikut menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah, termasuk di tingkat desa.
“Alhamdulillah sekarang sudah menyebar di seluruh Indonesia, dan hari ini sudah menyerap anggaran Rp 60 triliun di mana anggaran itu seluruhnya sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah,” imbuh Dadan.
Program MBG sendiri terus didorong pemerintah sebagai salah satu strategi utama untuk meningkatkan gizi anak, menekan angka stunting, dan menyiapkan generasi yang lebih sehat serta produktif di masa depan.
Share to:
Related Article
-
Link Download MP3 Lagu WayV - Kick Back, Lengkap Lirik dan Video Klip
Update|March 12, 2021 01:55:09
