Virus Berbahaya Jadi Ancaman, Amerika Serikat Tinjau Pendanaan Lab Biologi Luar Negeri

Virus Berbahaya Jadi Ancaman, Amerika Serikat Tinjau Pendanaan Lab Biologi Luar Negeri

Sumber Foto : Istimewa


Pemerintah Amerika Serikat tengah melakukan penyelidikan besar terhadap lebih dari 120 laboratorium biologi di berbagai negara yang selama ini menerima pendanaan dari Washington. Investigasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menghentikan penelitian berisiko tinggi yang dianggap berpotensi memicu penyebaran virus berbahaya di dunia.

Langkah tersebut diumumkan langsung oleh Tulsi Gabbard selaku Direktur Intelijen Nasional AS. Ia menyebut penyelidikan ini berkaitan dengan kebijakan terbaru pemerintahan Donald Trump terkait penelitian “gain of function” atau peningkatan fungsi virus. Penelitian jenis ini dinilai dapat meningkatkan kemampuan penularan suatu patogen dan memunculkan ancaman serius bagi kesehatan global.

Tim intelijen AS kini disebut sedang mengidentifikasi lokasi laboratorium, jenis virus yang diteliti, hingga aktivitas eksperimen yang dilakukan di dalamnya. Pemerintah AS menilai sejumlah penelitian tersebut berpotensi menciptakan patogen berbahaya, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian dalam pengawasan.

Pandemi COVID-19 juga kembali menjadi sorotan dalam investigasi ini. Gabbard menilai wabah global tersebut menunjukkan bagaimana penelitian virus di laboratorium dapat membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat dunia. Ia bahkan menuding pemerintahan sebelumnya kurang terbuka terkait keberadaan laboratorium biologi yang didukung oleh dana pemerintah AS di luar negeri.

Menurut data dari Office of the Director of National Intelligence (ODNI), laboratorium yang sedang diselidiki tersebar di lebih dari 30 negara. Sebagian besar fasilitas tersebut diketahui menerima pendanaan dari program penghancuran senjata pemusnah massal pasca-Perang Dingin milik Departemen Pertahanan AS.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus adalah Ukraina. Lebih dari 40 laboratorium di negara tersebut disebut masuk dalam daftar investigasi karena dinilai rentan terdampak konflik geopolitik dengan Rusia.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai lemahnya pengawasan terhadap aliran dana penelitian membuat publik sulit mengetahui jenis eksperimen yang sebenarnya dilakukan di laboratorium-laboratorium tersebut. Mereka juga menyoroti potensi risiko etika, keamanan, dan finansial yang bisa muncul dari penelitian patogen berbahaya.

Sebelumnya, pemerintahan Joe Biden sempat membantah adanya laboratorium biologi atau kimia milik AS di Ukraina. Namun pada Mei 2025, Donald Trump resmi menandatangani kebijakan yang melarang pendanaan federal untuk penelitian peningkatan fungsi virus di negara-negara dengan sistem pengawasan yang dianggap tidak memadai.




VirusAS

Share to:



Modal Video 01