Dua karya seni dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Palembang, Sumatera Selatan, mengangkat isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pendekatan visual yang unik.
Keduanya menampilkan pakaian adat khas daerah masing-masing dengan latar lokasi hutan yang terbakar.
Perpaduan busana tradisional dan kondisi hutan pascakebakaran menjadi cara untuk menyampaikan pesan mengenai karhutla di daerah asal mereka.
Identitas budaya yang ditampilkan dalam karya tersebut berpadu dengan kondisi lingkungan, sehingga persoalan kebakaran hutan dapat disampaikan melalui visual yang dekat dengan karakter masing-masing daerah.
Lewat karya ini, karhutla tidak hanya digambarkan sebagai peristiwa terbakarnya hutan dan lahan, tetapi juga sebagai persoalan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Kerusakan hutan dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi pesan yang ingin diangkat melalui perpaduan budaya lokal dan dokumentasi di lokasi kebakaran.
Share to:
Related Article
-
MoMA Mart: Supermarket Tanpa Makanan yang Baru Dibuka di New York
Update|January 21, 2026 19:01:13
