Tetap Waspada Namun Jangan Panik, Ketakutan Berlebih dapat Menambah Tingkat Stres Lho!

Tetap Waspada Namun Jangan Panik, Ketakutan Berlebih dapat Menambah Tingkat Stres Lho!

Foto
ilustrasi (Foto: Pixabay)

Penekanan pada pembersihan dan disinfektan setelah COVID-19 mendorong kita untuk menjaga kebersihan yang lebih baik, tetapi ketakutan yang terus menerus akan terinfeksi juga menambah tingkat stres kita. Lebih-lebih dalam kasus mereka yang sudah terobsesi dengan kebersihan.

Data untuk orang dengan OCD (gangguan obsesif kompulsif) mungkin jarang ditemui di Indonesua, namun mereka biasanya terobsesi pada pemikiran berlebihan yang mengarah pada perilaku berulang yang di luar kendali seseorang. Ini mempengaruhi pria dan wanita secara setara.

Namun sekarang kamu akan merasakan keresahan yang sama akibat terlalu takut dan panik dengan infeksi virus ini. Adalah penting untuk memahami bahwa pikiran seperti itu dapat menyebabkan lebih banyak pemicu, dan kemungkinan akan menyebabkan orang lebih cemas. 

Orang-orang yang tengah melakukan karantina lebih  cenderung berpikir berlebihan. Selain itu, mereka juga ditakut-takuti dengan informasi bohong dan menyeramkan tentang pandemi di media sosial, WhatsApp, atau platform lainnya. 

Berita uang terus-menerus datang tentang coronavirus di mana-mana bukanlah kondisi yang baik untuk kesehatan mental. Jadi ambilah waktu pribadi untuktidak membacanya terus menerus. Kamu bisa membaca buku, bermain game, menonton sesuatu atau mungkin melakukan sesuatu yang lain.

Dilansir dari The Indian Express, dokter merekomendasikan tips berikut untuk mengurangi kecemasan atau perilaku obsesif pada saat ini:

1. Tetap terhubung dengan orang-orang selama masa karantina ini. Bagikanlah pada mereka kabar-kabar baik atau cerita-cerita lucu, Kamu juga bisa bermain video game online bersama sambil ngobrol.

2. Salah satu cara untuk mengatasi kecemasan adalah dengan mencari kesibukan kamu dirumah. Buatlah kegiatan seproduktif mungkin. Kamu bisa merapihkan beberapa hal yang jarang atau bahkan tak penah kamu pikir akan dirapihkan sebelumnya.

3. Pastikan kamu  hanya melihat sumber informasi yang dapat diandalkan. Jika kamu berpikir hal-hal di media sosial dapat menambah kesusahan, maka hindarilah membuka sosial media sedikit demi sedikit. 

Mungkin, kamu juga perlu mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan dengan gagdets, saluran berita atau portal lainnya. Kita hanya perlu menyadari tindakan pencegahan dasar dan mengikutinya.

4. Ikuti pedoman pencegahan yang direkomendasikan tetapi pastikan tidak melampaui itu. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Terpenting adalah, be kind to yourself!

5. Berolahraga! Olahraga dapat membuat pikiran seseorang menjadi lebih santai. Tak hanya itu, kamu juga dapat meningkatkan imunitas tubuh denga melakukan sejumlah kegiatan olahraga di rumah.




Kesehatan mentalTips KUYouCOVID-19

Share to: