Wow, Ini Sejarah 5 Peperangan yang Pernah Terjadi di Bulan Ramadan

Wow, Ini Sejarah 5 Peperangan yang Pernah Terjadi di Bulan Ramadan

Foto

Istimewa


Jika menengok ke masa lalu, banyak peristiwa bersejarah terjadi di bulan suci. Dimana ada turunnya kitab suci AL-quran yang menjadi petunjuk bagi umat muslim  menjadi salah satu contoh peristiwa di antara banyak peristiwa bersejarah lainnnya. 

Berikut adalah 5 kisah perperangan yang pernah terjadi di Bulan Ramadhan. 

1. Perang Badar 

 Perang yang menandai awal kejayaan Islam ini merupakan peperangan melawan kaum Quraisy, yaitu kaum yang sebelumnya menindas dan berperilaku buruk kepada orang-orang muslim. Saat perang terjadi, pasukan muslim yang berjumlah 313 orang melawan 1000 pasukan Quraisy. 

Jika dilihat dari angka pasukan yang bertarung, mungkin sangat sulit bagi kaum muslim untuk memenangkan perang ini.

 Namun, berkat kedisplinan, bantuan para malaikat, serta mukjizat Allah, perang ini berhasil ditaklukan oleh umat muslim dengan menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy yang kemudian mundur dalam kekacauan. Perang yang berlangsung selama dua jam ini terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun 2 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 13 Maret 624 Masehi.

2. Pembebasan Mekah 

Mesekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah.rupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, di mana Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun,sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah.

Dengan dimenangkannya pertempuran ini, maka cita-cita umat muslim untuk bisa menduduki kota Makkah menjadi terealisasi. Pasca perang yang dipimpin oleh Khalid bin Walid itu, Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan untuk menghancurkan berhala di sekitar Kabah yang berjumlah 360 buah.

3. Pertempuran Ain Jalut 

Pertempuran yang berlangsung di Palestina ini berawal dari ambisi Hulagu Khan (Hulega), cucu Genghis Khan, yang berniat menaklukkan Mesir dan Maghribi. Hulagu mengirim kurir untuk mengantarkan surat yang berisikan ancaman kepada Saifuddin al-Qutuz selaku penguasa wilayah Mesir saat itu. Namun, Sultan Qutuz menolak tunduk kepada kekuasaan Hulagu dan membalas ancaman tersebut dengan perlawanan. Dari pembalasan surat berisi ancaman tersebutlah perang dimulai.

Banyak ahli sejarah menganggap pertempuran ini termasuk salah satu pertempuran yang penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah di mana mereka untuk pertama kalinya mengalami kekalahan telak dan tidak mampu membalasnya dikemudian hari seperti yang selama ini mereka lakukan jika mengalami kekalahan.

4. Pertempuran Tanduk Hittin

Pertempuran Hittin terjadi di dekat Tiberias, dalam wilayah Israel masa kini. Medan pertempuran ini, dekat Kota Hittin, memiliki bukit ganda (Tanduk Hittin) sebagai ciri geografis utama yang terletak di sisi suatu lintasan pegunungan utara antara Tiberias dan jalan dari Akko menuju timur. Jalan Darb al-Hawarnah, dibangun oleh bangsa Romawi, berfungsi sebagai pelintasan timur-barat yang utama antara arungan-arungan Sungai Yordan, Danau Galilea dan pantai Mediterania.

Strategi yang dijalankan oleh Shalahuddin adalah dengan memancing Pasukan pimpinan Guy de Lusignon, yaitu tentara Salib, untuk pergi ke sebuah lembah bernama Hittin. Untuk mengunjungi lembah tersebut, tentara Salib harus menyeberangi lembah-lembah Galilea di tengah teriknya matahari saat musim panas. Kondisi tersebut membuat pasukan Salib kelelahan karena membawa peralatan tempur yang sangat besar. Di saat-saat itulah Shalahuddin mengirimkan pasukan kavaleri untuk membuntuti tentara Salib dari kejauhan. Dari strateginya itu, akibatnya tak kurang dari 10 ribu tentara Salib binasa karena dikepung oleh pasukan Shalahuddin dan berhasil memenangkan pertarungan.

5. Pertempuran Guadalete

Pertempuran yang memanas di sekitar sungai Guadalete di wilayah paling selatan Al Andalus ini terjadi pada tanggal 19 Juli 711 Masehi atau tepat pada 28 Ramadan 92 Hijriah. Perang ini berlangsung antara pasukan Thariq bin Ziyad yang melawan pasukan Visighotic, Raja Roderic. Pertempuran ini merupakan misi dari Tariq selaku jenderal dari dinasti Umayyah untuk menaklukkan wilayah Andalusia. Tariq yang membawa 12.000 pasukan melawan pasukan kerajaan Visigoth yang dipimpin oleh Raja Roderic dengan jumlah pasukan sebanyak 40.000 orang. 

Kuantitas tak menentukan kualitas, pertempuran ini dimenangkan oleh Tariq dan pasukannya yang hanya berjumlah 1/3 dari jumlah pasukan Raja Roderic. Dengan kemenangan yang diperoleh oleh Tariq dan pasukannya, agama Islam mulai menyebar di tanah Eropa yang sebelumnya dikuasai oleh kerajaan-kerajaan besar Kristen. Kemenangan ini juga membuat agama Islam bertahan selama 8 abad di wilayah Andalusia.




perangislamperangbadarsejarahislamramadanramadan2020

Share to: