Masa pandemi corona ini, banyak
selebriti Tanah Air yang berinteraksi dengan para sahabat melalui video call,
salah satunya Ari Lasso.
Ari Lasso sering melakukan
kolaborasi dengan YouTuber lain, seperti Raditya Dika semenjak memiliki akun
YouTube. Tak malu-malu, Ari Lasso juga terlihat bercerta tentang kisah masa
kecilnya di Madiun.
Dalam video tersebut terlihat Radit
menunjukkan fitur Google Earth pada Ari. Ari Lasso begitu semangat menunjukkan
tempat-tempat bersejarah masa kecilnya.
Penasaran kan seperti apa cerita
masa kecil Ari Lasso? Simak yuk!
1. Ari Lasso jalan kaki setiap
berangkat sekolah.
Penampakan SDN Sugihwaras 01
Saradan di Google Earth, membuat Ari Lasso semakin nostalgia. Setiap berangkat
sekolah, ia mengaku selalu jalan kaki dari rumah.
"Sepanjang empat tahun gue
sekolah di sini gua selalu jalan kaki."
Ari Lasso mengungkapkan saat itu
tak banyak anak yang menggunakan sepatu saat sekolah.
"Di sekolah inilah 40 persen
sampai 50 persen muridnya belum bersepatu," terang Ari Lasso.
2. Bermain kelereng dan
congklak di halaman rumah.
Ari Lasso juga menuntun Raditya
Dika menuju ke arah rumahnya. Ia begitu antusias menyaksikan rumahnya dahulu
yang tak banyak berubah. Ari Lasso juga menunjukkan TK yang tak jauh dari
rumah. Ia mengaku sering bermain kelereng dan congklak bersama anak-anak di
desanya.
3. Kantor dan ruang kerja
ayahnya.
Ari Lasso juga menunjukkan letak
kantor ayahnya. Ia bahkan masih ingat dengan ruangan kerja sang ayah yang
terlihat dari jendela.
4. Jatuh cinta dengan musik
sejak kelas 4 SD.
"Gue jatuh cinta sama musik
itu di desa ini, ketika gue kenal lightning-nya musik itu kelas 4 SD gue
dengerin Queen di desa ini, kakak gue yang bawa," ungkap Ari Lasso pada
Raditya Dika.
5. Merasa bersalah karena
membunuh ayam.
Ketika melihat gambar ayam, Ari
Lasso langsung teringat dengan kenakalannya di waktu kecil. Ia bercerita bahwa
dulu, ia sempat bermain ketapel dan mengenai ayam hingga mati.
"Gue dulu pernah merasa
berdosa dan dihantui rasa bersalah selama 3 malam, dan mungkin lebih. Tau
ketapel, kan? Gue penembak dan pemain ketapel ulung. Di suatu sore, gue
iseng-iseng ngetapel ayam dan gue yakin akan kena. Dan ken kepalanya lho Dit.
Dia kayak teler sampe kepleh-kepleh gitu terus ayamnya mati. Trus satu desa
heboh 'Ayam saya mati'," kisahnya.
6. Pindah SD sebanyak tiga
kali.
Ari Lasso mengungkam dirinya yang
sudah tiga kali pindah SD. Dari SD Sugihwaras Saradan, pindah ke SDN Kadipaten
1 Bojonegoro selama 3 tahun, dan pindah lagi ke SD Kertajaya Surabaya selama 6
bulan.
7. Ari Lasso menyewakan buku.
Sejak SD di Bojonegoro, Ari Lasso juga sempat menjadi pengumpul buku dan menyewakannya. Hasilnya ia belikan bola sepak untuk membentuk klub bola di zaman itu. Ia juga mengumpulkan teman-teman untuk membentuk komunitas baca buku. Ketika SMP, Ari Lasso masih melanjutkan hobinya dan mulai bermusik.
Wah masa kecil Ari Lasoo penuh kenangan ya gaes.
Share to:
Related Article
-
Fakta Dibalik Kanye West Kencingi Piala Grammy, Ada Apa?
Kanye West|September 20, 2020 09:47:01