Wadaw, 4 StartUp Besar Ini Akhirnya Juga Terpaksa PHK Ribuan Karyawan Gaes

Wadaw, 4 StartUp Besar Ini Akhirnya Juga Terpaksa PHK Ribuan Karyawan Gaes

Foto
Startup (Foto: Instagram)

Adanya pandmi Coovid-19 di seluruh dunia mengakibatkan sektor ekonomi terkena imbasnya. Hal ini juga menyebabkan banyak perusahaan tak memperoleh pemasukan hingga akhirnya terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK  terhadap karyawannya.
Hal ini lah yang juga dilakukan beberapa startup di Indonesia. Mereka dengan terpaksa melakukan PHK pada ratusan bahkan ribuan karyawan.
Nah penasaran kan dengan beberapa startup yang terpaksa melkukan PHK pada karyawannya? Simak yuk di sini!
1. Sebagai startup yang sudah bergelar unicorn, ternyata Gojek nggak luput dari krisis corona. Perusahaan ini terpaksa melakukan PHK pada 430 karyawan
Selama beberapa tahun terakhir, Gojek menjadi kebanggaan Indonesia. Startup ini menyediakan berbagai layanan; mulai dari transportasi, logistik, pesan-antar, bahkan pijat dan bersih-bersih. Gojek juga sudah disebut unicorn karena mempunyai nilai valuasi 8 juta dollar AS per tahun atau setara Rp109,2 miliar.
Namun, ternyata perusahaan sebesar ini juga mengalami kesulitan selama pandemi. Jumlah transaksi mereka berkurang drastis karena masyarakat menghindari aktivitas yang melibatkan kontak fisik. Dilansir dari Kompas, hal tersebut membuat Gojek terpaksa melakukan PHK pada 430 karyawan. Mereka juga menghentikan layanan yang kurang berfungsi selama pandemi seperti GoMassage, GoClean, dan GoFood Festival.
2. Grab yang merupakan perusahaan internasional juga kesulitan bertahan. Mereka melakukan PHK pada 360 karyawan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia
Bermarkas di Singapura, Grab sudah melebarkan sayap ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Bahkan Grab mendapat gelar decacorn karena mempunyai nilai valuasi 10 miliar dollar AS atau setara Rp140-an triliun. Tetapi mereka juga mengalami kesulitan selama pandemi. Akibatnya, Grab terpaksa melakukan PHK pada 360 karyawan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jumlah tersebut merupakan 5% dari keseluruhan jumlah karyawan di Grab.
Selain melakukan PHK, Grab menerapkan pemotongan gaji untuk manajemen senior. Perusahaan ini juga mengubah strategi bisnisnya. Mereka memutuskan untuk lebih fokus pada bisnis inti seperti transportasi, layanan pesan-antar makanan, dan uang elektronik. Sedangkan bisnis yang kurang esensial ditinggalkan terlebih dulu.
3. Akibat larangan bepergian selama pandemi, Traveloka mengalami kerugian besar. Mereka melakukan PHK pada 100 karyawan
Traveloka adalah salah satu perusahaan travel terbesar di Indonesia, bahkan sudah mendapat gelar unicorn. Tetapi, mereka rugi besar selama pandemi akibat adanya larangan bepergian sejak Maret silam. Saat ini masyarakat memang sudah menjalani kehidupan new normal, tetapi masih dibutuhkan waktu yang cukup lama sampai dunia pariwisata kembali seperti biasa. Itulah yang membuat Traveloka terpaksa melakukan PHK pada 100 karyawan. Jumlah tersebut merupakan 10% dari keseluruhan karyawan mereka.
4. Bergerak di bidang travel, OYO terkena dampak yang masif selama pandemi corona. Ada 5.000 karyawan di sejumlah negara yang di-PHK
OYO yang didirikan di India sudah mempunyai cabang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Mereka menyediakan layanan seputar perhotelan hemat. Bisnis tersebut terkena dampak besar selama pandemi. Karena orang-orang menghindari traveling, jumlah booking hotel merosot drastis. Kondisi ini membuat OYO melakukan PHK pada sekitar 5.000 karyawan di sejumlah negara. Jumlah tersebut adalah sekitar 16,7% dari total karyawan yang mencapai 30.000 orang.
Wah, sedih juga mendengar kabar PHK yang bertubi-tubi ini. Seandainya kamu juga termasuk orang yang mengalami PHK, sabar ya. Kondisi ekonomi sekarang memang sulit sehingga banyak perusahaan terpaksa mengurangi karyawan. Tetapi tenang saja, krisis nggak akan berlangsung selamanya. Asalkan kita berjuang bersama, kondisi pasti membaik dan orang-orang bisa mendapat pekerjaan lagi.



StartUp Besar Lakukan PHK

Share to: