Sukses Kembangkan Bisnis Internet Rumah Telkom Raih Keuntungan Rp 12,5 Triliun

Sukses Kembangkan Bisnis Internet Rumah Telkom Raih Keuntungan Rp 12,5 Triliun

Foto

Ilustrasi PT Telkom Indonesia


PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) membukukan kenaikan laba bersih 13,3% sepanjang paruh pertama tahun ini. Emiten berkode saham TLKM itu membukukan Rp12,5 triliun hingga akhir Juni 2021.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengungkapkan kontributor utama pertumbuhan laba disumbangkan salah satu produk digital Telkom yaitu Indihome. Ririek mengatakan, Telkom meraih pendapatan konsolidasi sebesar Rp69,5 triliun atau tumbuh 3,9% secara year on year (yoy).

Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Heri Supriadi, pertumbuhan positif pada periode ini didukung oleh pertumbuhan bisnis digital perseroan. 

Baca Juga: BNI Raup Laba Bersih Rp 2,39 Triliun Pada Kuartal Pertama 2021

"Transformasi digital yang dilakukan Telkom dalam menjadi digital telco mulai membawa dampak positif terhadap kinerja perusahaan," kata Heri, di Jakarta, Senin, 6 September 2021

Heri menuturkan fokus kerja Telkom di ranah bisnis digital dilakukan melalui tiga domain utama perusahaan yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital services. Hingga saat ini, perusahaan terus berinovasi dengan berbagai produk dan layanan terus dikembangkan

Selain itu perusahaan juga terus melakukan peningkatan kualitas secara simultan demi menjamin terpenuhinya berbagai kebutuhan masyarakat.

Pada periode yang sama, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp37,8 triliun atau tumbuh 4,7% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Marjin EBITDA Telkom naik dari 54% pada kuartal II 2020 menjadi 54,4% per kuartal II 2021. Konsistensi kinerja diraih Telkom Indonesia berkat komitmen perusahaan melakukan transformasi bisnis untuk menjadi digital telco terdepan di Indonesia dan bahkan regional,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Ririek menyebutkan, sepanjang paruh pertama 2021, pendapatan IndiHome tumbuh 24,2% yoy menjadi Rp12,9 triliun, dengan marjin EBITDA yang juga tumbuh dari 38,6% per Juni 2020 menjadi 47,6% per Juni 2021.

Ririek menilai hal ini tidak lepas dari penambahan pelanggan dan rerata pendapatan per pengguna (ARPU) yang kian membaik, sebagai dampak dari ragam layanan add-ons yang semakin diminati dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Baca Juga: Dari Rugi, Pertamina Cetak Laba Rp 2,6 T Semester 1

Ia menyampaikan kemitraan dengan konten provider global terbukti sebagai strategi bertumbuh yang tepat dan berbuah manis bagi layanan IndiHome. Kontribusi pendapatan IndiHome terhadap revenue konsolidasian TelkomGroup naik menjadi 18,5% per Juni 2021, naik dari sebelumnya 15,5% pada periode yang sama tahun lalu.

Pada bisnis fixed broadband, Telkom melalui IndiHome kini melayani lebih dari 8,3 juta pelanggan dari 496 kota dan kabupaten di Indonesia. Jumlah pelanggan IndiHome per semester I 2021 tumbuh 11,4 persen secara tahunan (yoy), dan diikuti dengan meningkatnya nilai rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) dari Rp 266 ribu per kuartal pertama 2021 menjadi Rp 270 ribu pada kuartal kedua tahun ini.

"Peningkatan ARPU IndiHome menunjukkan bahwa kebutuhan pelanggan kian meningkat, baik dalam kualitas kecepatan akses maupun keberagaman konten melalui layanan add-ons IndiHome," ujar Heri.




TelkomDigitalBUMNlaba telkomtelkom group

Share to: