Aktivis Iran Mendesak Pemerintah AS Mengaktifkan Akses Starlink

Aktivis Iran Mendesak Pemerintah AS Mengaktifkan Akses Starlink

Aktivis Iran Mendesak Pemerintah AS Mengaktifkan Akses Starlink


Aktivis dan kelompok pembela hak digital di Iran kini menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat agar memberikan izin dan dukungan bagi teknologi internet satelit seperti Starlink untuk dioperasikan secara lebih luas di negara mereka. Permintaan ini muncul di tengah pemadaman internet nasional yang diberlakukan oleh pemerintah Iran dalam upaya membatasi komunikasi selama protes besar-besaran yang berlangsung di berbagai kota. Ketika jaringan seluler dan internet kabel dimatikan, akses terhadap informasi dan komunikasi publik menjadi sangat terbatas, memperparah isolasi digital yang dirasakan warga.

Starlink, layanan internet berbasis satelit yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi AS, dianggap sebagai salah satu opsi untuk membuka kembali jalur komunikasi tanpa bergantung pada infrastruktur lokal yang diblokir. Aktivis menyatakan bahwa teknologi langsung ke ponsel (direct-to-cell) bahkan bisa memungkinkan pengguna mengakses jaringan internet hanya dengan ponsel pintar yang kompatibel, tanpa perlu perantara seperti menara telekomunikasi yang telah dinonaktifkan. Namun untuk itu, diperlukan persetujuan regulator seperti Federal Communications Commission di AS dan kepastian bahwa layanan tak akan melanggar sanksi ekonomi yang berlaku.

Permintaan tersebut bukanlah tanpa alasan. Selama pemadaman, perangkat Starlink yang masuk secara ilegal telah dimanfaatkan oleh sebagian warga Iran untuk tetap terhubung dengan dunia luar, berbagi informasi dan melaporkan perkembangan di lapangan. Di beberapa area, meskipun jumlahnya relatif kecil, terminal satelit ini menjadi satu-satunya cara bagi warga untuk mengirim pesan atau media dari dalam negeri, yang sangat penting bagi aktivis dan jurnalis di tengah upaya pemerintah menutup informasi.

Namun, tantangan teknis dan politik tetap besar. Pemerintah Iran tidak hanya melarang penggunaan teknologi ini secara resmi, tetapi juga mencoba mengganggu sinyal melalui perangkat pemblokir dan memperketat tindakan terhadap mereka yang mencoba menyambungkan perangkat tersebut. Selain itu, persyaratan legalisasi serta potensi konflik dengan kebijakan sanksi membuat langkah penggunaan Starlink secara resmi menjadi rumit dan membutuhkan koordinasi antara birokrasi AS serta perusahaan teknologi yang bersangkutan.

Di tengah ketegangan politik yang semakin tajam di Iran, gagasan aktivis ini mencerminkan kebutuhan mendasar akan kebebasan informasi dan pentingnya akses internet sebagai bagian dari hak sipil. Dengan semakin banyaknya protes dan pembatasan, tekanan internasional terhadap pemerintah Iran dan dukungan dari negara lain seperti AS bisa menjadi faktor yang menentukan apakah teknologi seperti Starlink bisa benar-benar menjadi alat bagi masyarakat untuk tetap terhubung dengan dunia luar. 




IRANMENDORONGPEMERINTAHAMERIKA SERIKATMENGAKTIFKANLAYANANSTARLINKBERITA TEKNOLOGIBERITA UPDATESTARLINK

Share to:



Modal Video 01