Sungai di sejumlah wilayah Kota Padang dilaporkan mengalami pengeringan pascabencana alam yang melanda kawasan tersebut. Kondisi ini memicu perhatian masyarakat karena sungai selama ini menjadi sumber air penting bagi aktivitas sehari-hari serta penopang ekosistem sekitar.
Menurut pakar lingkungan, mengeringnya aliran sungai tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab. Bencana alam seperti banjir besar, longsor, atau pergeseran tanah dapat mengubah struktur aliran air di hulu sungai, sehingga suplai air ke bagian hilir berkurang secara signifikan.
Selain perubahan struktur tanah, rusaknya daerah tangkapan air juga menjadi faktor utama. Vegetasi yang hilang akibat bencana membuat air hujan tidak lagi terserap optimal ke dalam tanah. Akibatnya, cadangan air tanah menurun dan debit sungai ikut berkurang, terutama saat tidak ada hujan.
Pakar juga menyoroti potensi dampak lanjutan dari fenomena ini, mulai dari terganggunya pasokan air bersih hingga ancaman terhadap pertanian dan kehidupan biota sungai. Jika kondisi tersebut dibiarkan, risiko krisis air di musim kemarau dapat semakin besar.
Oleh karena itu, diperlukan langkah pemulihan terpadu, seperti rehabilitasi daerah hulu, penanaman kembali vegetasi, serta pengelolaan sungai berbasis lingkungan. Upaya ini dinilai penting untuk memulihkan fungsi sungai dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Share to:
Related Article
-
Ini Jadwal Buka Puasa Ramadhan 1442 H DKI Jakarta 2021 dan Sekitarnya
Update|April 05, 2021 13:55:33
