Gekrafs Rilis 8 Program Asta Karya, Dorong Pembiayaan IP hingga Standar Upah Pekerja Seni

Gekrafs Rilis 8 Program Asta Karya, Dorong Pembiayaan IP hingga Standar Upah Pekerja Seni

Gekrafs meluncurkan delapan program strategis Asta Karya dalam Rakernas 2026 di Jakarta./Foto: Instagram @kawendra


Jakarta – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) meluncurkan delapan program prioritas bertajuk Asta Karya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Organisasi Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs resmi memperkenalkan delapan program strategis yang dirancang untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di Indonesia.

Program tersebut diluncurkan dalam agenda Rakernas 2026 sebagai upaya menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku industri kreatif, mulai dari keterbatasan akses permodalan hingga rendahnya standar apresiasi terhadap karya seni.

Delapan Pilar Program Asta Karya

Melalui konsep Asta Karya, Gekrafs merumuskan delapan program utama yang menyasar berbagai aspek pengembangan industri kreatif.

Beberapa program yang diluncurkan antara lain Creative Equity Funding Acceleration (CEFA) yang bertujuan mempercepat akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).

Selain itu, terdapat pula Digital IP Protection (DIPPLE) yang berfokus pada perlindungan dan lisensi digital bagi karya kreator.

Untuk memperluas pasar global, Gekrafs menghadirkan program Gastronomy Diplomacy (GANDI) yang mempromosikan kuliner Indonesia sebagai bagian dari diplomasi budaya di tingkat internasional.

Sementara itu, Digital Market Literacy (DIMAP) dirancang untuk meningkatkan literasi pelaku kreatif dalam memanfaatkan pasar digital agar mampu bersaing secara global.

Dorong Talenta dan Kesejahteraan Pekerja Seni

Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, Gekrafs menghadirkan program Youth Inclusive Talent (YOTEM) yang bertujuan memberdayakan talenta muda, termasuk dari kelompok disabilitas.

Selain itu, program Artist Right to Pay (ARTPAY) juga diperkenalkan untuk mendorong penerapan standar honorarium dan upah minimum yang lebih layak bagi para pekerja seni.

Gekrafs juga memperkuat jejaring komunitas melalui program Regional Creative Hub (RECHUB) yang mengubah sekretariat daerah menjadi pusat kolaborasi bagi komunitas kreatif.

Sementara program Global Outreach (GLOBE) dirancang untuk memperluas jejaring internasional dengan melibatkan diaspora Indonesia di berbagai negara.

Dorong Dampak Nyata bagi Industri Kreatif

Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengatakan delapan program tersebut dirancang untuk memberikan solusi konkret bagi pelaku industri kreatif.

“Fokus kami adalah memastikan keberadaan organisasi memberikan dampak nyata bagi pelaku industri, seperti bagaimana IP Financing bisa diakses dan bagaimana mendorong standar upah minimum bagi pejuang ekonomi kreatif,” ujar Kawendra.

Hasil Rakernas tersebut juga telah disampaikan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sebagai bahan rekomendasi kebijakan.

Ekonomi Kreatif sebagai Masa Depan

Ketua Dewan Pembina Gekrafs, Sandiaga Uno, menilai ekonomi kreatif memiliki potensi besar menjadi penggerak utama ekonomi nasional di masa depan.

Menurutnya, inovasi yang berakar pada budaya lokal harus mampu berkembang dengan standar global agar industri kreatif Indonesia semakin kompetitif.




#EkonomiIndonesia#Gekrafs#EkonomiKreatif#Rakernas2026#IndustriKreatif

Share to:



Modal Video 01