Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa tampil lebih matang dengan nuansa horor klasik./Foto: Dok. Soraya Intercine Films


Jakarta – Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menandai langkah baru dalam waralaba reboot kisah horor legendaris Suzzanna. Kali ini, Luna Maya tampil semakin luwes dalam memerankan sosok ikonik tersebut.

Akting dan Pendekatan yang Lebih Dewasa

Setelah melalui dua film sebelumnya, penampilan Luna Maya terasa jauh lebih matang. Ia mampu menghidupkan karakter dengan lebih natural, meski tetap dibatasi prostetik tebal yang menjadi ciri khas sosok Suzzanna.

Tak hanya dari sisi akting, film ini juga terasa lebih solid dari segi pengarahan dan penulisan. Keterlibatan Jujur Prananto sebagai penulis naskah memberikan struktur cerita yang lebih rapi dan “berjiwa klasik”.

Horor Klasik yang Tetap Relevan

Film ini mempertahankan formula horor ala Suzzanna era lawas—tidak bergantung pada jumpscare atau visual gore berlebihan, melainkan pada suasana dan alur cerita.

Nilai moral juga tetap terasa kuat, dengan pola klasik “yang benar menang, yang salah kalah” yang menjadi ciri khas film-film Suzzanna di masa lalu.

Visual Lebih Hidup, Atmosfer Lebih Terasa

Salah satu peningkatan paling signifikan ada pada aspek visual. Tata kamera, artistik, hingga pencahayaan berhasil menghadirkan nuansa gelap tanpa membuat penonton kesulitan melihat.

Lokasi yang dipilih juga terasa autentik, mulai dari suasana desa, rumah warga, hingga elemen budaya lokal yang memperkuat cerita santet yang diangkat.

Masih Punya Catatan

Meski lebih matang, film ini belum sepenuhnya sempurna. Durasi yang cukup panjang terasa bisa dipadatkan agar ritme cerita lebih tajam.

Selain itu, beberapa elemen misteri dalam cerita terbilang mudah ditebak, sehingga mengurangi potensi kejutan emosional yang seharusnya bisa lebih kuat.

Eksplorasi dunia santet juga masih bisa diperdalam agar terasa lebih “gelap” dan intens.




SUZZANNASANTET DOSA DIATAS DOSALUNA MAYAFILM HORRORFILM INDONESIA

Share to:



Modal Video 01