Zona Merah Diangkat ke Film Layar Lebar, Dibidik Jadi IP Global

Zona Merah Diangkat ke Film Layar Lebar, Dibidik Jadi IP Global

Zona Merah disiapkan dengan skala yang lebih besar dan ambisi globa/Foto: Instagram @filmzonamerah @screenplayfilms_id


Jakarta - Serial Zona Merah resmi diadaptasi menjadi film layar lebar oleh Screenplay Films. Proyek ini ditargetkan tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga berkembang sebagai kekayaan intelektual (IP) yang mampu bersaing di pasar global.

Sutradara Sidharta Tata mengungkapkan bahwa versi film akan hadir dengan skala yang lebih besar dibandingkan serialnya. Jika sebelumnya cerita berfokus pada ruang terbatas, kini konflik akan diperluas hingga ke area pusat kota.

Ia bersama Fajar Martha Santosa kembali dipercaya mengarahkan film ini, dengan tetap mempertahankan benang merah dari cerita asli yang sudah dikenal penonton.

Dari sisi pemain, Aghniny Haque kembali didapuk sebagai pemeran utama. Kehadirannya menjadi penghubung kuat antara versi serial dan film.

Film ini juga menghadirkan nama baru, seperti Luna Maya yang tak hanya bergabung sebagai pemain, tetapi juga berperan sebagai produser eksekutif. Selain itu, sejumlah aktor lain turut meramaikan jajaran pemain, di antaranya Andri Mashadi, Maria Theodore, Lukman Sardi, Bryan Domani, Shindy Huang, hingga Myesha Lin.

Meski masih mengangkat tema serangan zombie, Sidharta Tata menjanjikan pendekatan yang lebih variatif dengan elemen cerita yang diperluas. Ia mengakui adanya tekanan untuk melampaui kesuksesan versi serial, namun optimistis film ini bisa memberikan pengalaman yang lebih kuat.

Dalam pernyataannya, ia bahkan membandingkan ambisi proyek ini dengan film zombie populer asal Korea Selatan, Train to Busan, sebagai gambaran target kualitas dan dampak global yang ingin dicapai.

Proses syuting film “Zona Merah” dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat.




ZONA MERAHFILM INDONESIAINFO FILMZOMBIESCREENPLAY FILMS

Share to:



Modal Video 01