Lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI) mulai memberikan dampak besar pada industri semikonduktor global.
Inteldan AMD dilaporkan kompak menaikkan harga prosesor mereka, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada chip server yang kini semakin diburu pasar.
Untuk segmen konsumen seperti PC dan laptop, harga CPU memang hanya naik sekitar 5–10 persen. Namun di sektor pusat data, kenaikannya jauh lebih terasa, bahkan menembus 20 persen sejak awal tahun.
Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya kapasitas produksi, terutama pada teknologi manufaktur 3nm milik TSMC yang kini diperebutkan banyak perusahaan teknologi.
Tak hanya itu, antrean pemesanan chip juga semakin panjang. Permintaan tinggi dari industri AI membuat waktu tunggu melonjak drastis, dari yang sebelumnya hanya hitungan minggu menjadi berbulan-bulan.
Fenomena ini tak lepas dari munculnya tren agentic AI sistem AI otonom yang lebih mengandalkan performa CPU dibanding GPU.
Perubahan ini bahkan mulai menggeser standar pusat data, dari yang sebelumnya lebih fokus pada GPU menjadi lebih seimbang antara CPU dan GPU.
Situasi ini menandakan bahwa ledakan AI tidak hanya memengaruhi teknologi, tetapi juga harga dan ketersediaan komponen penting di pasar global.
Share to:
Related Article
-
Sejarah dan Asal Usul VALENTINE dari Santo Valentinus, Ternyata Tragedi Kelam Gaes
Update|February 05, 2021 20:10:47
