Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menerapkan pendekatan seimbang dalam menghadapi ancaman narkotika, yakni melalui pengurangan pasokan (supply reduction) dan pengurangan permintaan (demand reduction). Hal ini disampaikan dalam The Colombo Plan Drug Advisory Program (CPDAP) National Secretariat Meeting 2026 di Bali.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyebut Indonesia mengusung prinsip War on Drugs for Humanity, yang menekankan pemberantasan jaringan narkotika sekaligus pendekatan humanis melalui rehabilitasi bagi penyalahguna.
BNN juga memperkuat upaya pencegahan melalui program Ananda Bersinar yang menyasar anak dan remaja, termasuk edukasi di sekolah, penguatan keluarga, pelatihan keterampilan hidup, hingga program edukasi sebaya. Kampanye digital dan pemberdayaan masyarakat lewat Desa Bersinar turut diperluas.
Forum CPDAP 2026 di Bali dihadiri 50 delegasi dari berbagai negara Asia, Pasifik,hingga Arab Saudi. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama regional dalam menghadapi peredaran narkotika yang semakin kompleks, termasuk narkotika sintetis dan peredaran melalui platform digital.
BNN berharap forum ini menghasilkan rekomendasi konkret dan memperkuat kolaborasi internasional dalam penanganan narkotika global.