Anggapan lama bahwa dunia teknologi, game, dan industri kreatif hanya milik laki-laki kini semakin kehilangan relevansinya. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, melihat perubahan signifikan dalam lanskap tersebut perempuan tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, tetapi mulai tampil sebagai pemain utama dengan prestasi yang diakui dunia.
Ia menyoroti bagaimana industri game Indonesia terus berkembang dan mampu menunjukkan daya saing di tingkat global. Salah satu contoh paling mencolok adalah keberhasilan tim perempuan Indonesia yang berhasil meraih gelar juara di ajang Esports World Championship. Bagi Irene, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa peluang di sektor kreatif terbuka lebar bagi siapa pun yang memiliki kemampuan dan kemauan.
Dalam sebuah sesi diskusi di Women's Inspiration Awards yang berlangsung di Jakarta Concert Hall, Irene menyampaikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas gender. Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan untuk sukses di industri ini adalah keberanian untuk berkarya dan konsistensi dalam berinovasi.
Lebih dari sekadar percaya diri, Irene juga menekankan pentingnya kolaborasi di antara perempuan. Ia mengajak mereka untuk saling mendukung dan maju bersama, karena kekuatan kolektif diyakini mampu membuka lebih banyak peluang dan memperluas ruang berkarya.
Menurutnya, meskipun stereotip masih ada, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang semakin kuat dalam ekosistem kreatif. Faktor penentu keberhasilan bukanlah gender, melainkan ide, kerja keras, dan keberanian untuk terus berkembang.
Pesan ini menjadi dorongan bagi perempuan untuk tidak ragu mengambil langkah di industri kreatif. Irene berharap, dengan perpaduan antara kepercayaan diri dan solidaritas, perempuan Indonesia dapat terus bersinar dan membawa sektor ekonomi kreatif semakin inklusif serta kompetitif di kancah global.