Ajang seni bergengsi Venice Biennale kembali menjadi panggung bagi berbagai negara untuk menampilkan karya terbaiknya.
Pada edisi 2026, Indonesia turut ambil bagian dalam Festival Teater Internasional yang digelar pada 7–21 Juni 2026 di sela rangkaian acara utama biennale tersebut.
Partisipasi Indonesia dibawa oleh Bumi Purnati Indonesia yang menyeleksi dan mengirimkan dua pertunjukan teater, yaitu Under The Volcano dan Hikayat Perahu (The Tale of Boat).
Kedua karya ini bukan produksi baru. Under The Volcano sebelumnya sudah melanglang panggung internasional, termasuk China dan Singapura, hingga berbagai festival seni di Indonesia.
Sementara itu, Hikayat Perahu hadir sebagai karya adaptasi dari puisi klasik Syair Perahu karya Hamzah Fansuri dan menjadi penampilan perdananya di dunia internasional.
Direktur artistik Bumi Purnati Indonesia, Restu Imansari Kusumaningrum, mengungkapkan bahwa proses seleksi berlangsung cukup cepat.
Proposal kedua karya tersebut bahkan dikirim tepat menjelang penutupan pendaftaran dan langsung mendapat respons positif dari kurator festival.
Setelah dinyatakan lolos, para seniman menjalani persiapan intensif selama sekitar enam bulan sebelum akhirnya tampil di Venesia.
Indonesia akan bergabung dengan deretan negara lain seperti India, Jepang, China, Rwanda, hingga Italia dalam festival tersebut.
Sebanyak 22 seniman dan musisi Indonesia akan diberangkatkan untuk tampil langsung di Venesia pada pertengahan Juni 2026. Mereka juga akan mengikuti sesi diskusi bersama seniman dari berbagai negara.
Untuk memperkuat presentasi visual, produksi Hikayat Perahu juga menggandeng desainer Melissa Sunjaya dari Tulisan, yang turut memberi sentuhan modern pada desain poster dan konsep artistik pertunjukan.
Hikayat Perahu sendiri mengangkat tema perjalanan spiritual manusia melalui metafora perahu dan lautan, yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan serta pencarian makna hidup.
Sementara itu, Under The Volcano terinspirasi dari peristiwa letusan Gunung Krakatau tahun 1883.
Karya ini dikemas dalam bentuk teater-tari dengan pendekatan kontemporer, yang memadukan elemen tradisi silat Minangkabau sebagai bagian dari eksplorasi gerak panggung.