Komnas Anak Ikut Bersuara, Polemik Sarwendah-Ruben Kini Singgung Soal Hak Asuh

Komnas Anak Ikut Bersuara, Polemik Sarwendah-Ruben Kini Singgung Soal Hak Asuh

Sumber Foto : Istimewa


Polemik yang melibatkan Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada hubungan keduanya pasca-perpisahan, tetapi juga pada keterlibatan anak-anak mereka dalam konten yang beredar di media sosial.

Perbincangan mencuat setelah sebuah video siaran langsung memperlihatkan salah satu anak Sarwendah bersama Giorgio Antonio. Cuplikan tersebut dengan cepat menyebar dan memancing beragam tanggapan dari warganet. Di tengah ramainya komentar publik, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) turut menyampaikan pandangannya.

Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait, menilai anak-anak seharusnya tidak ditempatkan dalam ruang yang berpotensi menyeret mereka ke persoalan orang dewasa. Menurutnya, media sosial dapat menjadi lingkungan yang kurang ideal bagi anak apabila tidak disertai pengawasan dan batasan yang jelas.

Ia mengingatkan bahwa anak yang tumbuh di tengah sorotan publik memiliki tantangan tersendiri. Ketika kehidupan keluarga menjadi konsumsi masyarakat luas, dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis anak dalam jangka panjang.

Agustinus juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan persetujuan anak sebelum dilibatkan dalam sebuah tayangan. Terlebih jika siaran tersebut memiliki unsur komersial atau berkaitan dengan aktivitas promosi. Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian agar tidak menimbulkan risiko eksploitasi terhadap anak.

Selain persoalan eksposur di media sosial, Komnas Anak menekankan pentingnya pendidikan mengenai batasan interaksi fisik. Orang tua dinilai memiliki peran besar dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai ruang pribadi dan bentuk sentuhan yang aman.

Di sisi lain, muncul pula pembahasan mengenai hak asuh anak yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Agustinus menjelaskan bahwa secara hukum setiap pihak memiliki hak untuk mengajukan permohonan perwalian atau pengasuhan. Namun, keputusan akhir tetap menjadi kewenangan pengadilan setelah mempertimbangkan berbagai bukti dan kepentingan terbaik bagi anak.

Meski demikian, Komnas Anak berharap polemik yang terjadi tidak semakin meluas. Fokus utama, menurut mereka, harus tetap tertuju pada kesejahteraan dan kondisi mental anak-anak yang berada di tengah situasi tersebut.

Bukan siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana anak tetap tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terlindungi, menjadi pesan yang kembali ditekankan di tengah ramainya perbincangan publik mengenai keluarga Sarwendah dan Ruben Onsu.




Ruben OnsuSarwendah

Share to:



Modal Video 01