Kunjungan Butet Kartaredjasa ke Vatikan menjadi perhatian publik setelah ia menyerahkan sebuah lukisan kaca berjudul Jalan Salib Punakawan kepada Paus Leo XIV.
Di balik karya tersebut, tersimpan pesan budaya dan perjalanan spiritual yang sangat personal bagi sang seniman.
Butet mengungkapkan bahwa lukisan itu merupakan upayanya menghadirkan kisah Jalan Salib Yesus melalui pendekatan budaya Jawa.
Ia memilih tokoh Punakawan sebagai simbol karena dianggap dekat dengan kehidupan masyarakat serta mampu menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan dengan cara yang lebih membumi.
Ide pembuatan karya tersebut muncul setelah dirinya pulih dari sakit yang sempat dialami pada 2024. Momen kesembuhan itu menjadi titik refleksi yang membuatnya merasa ingin mengekspresikan rasa syukur melalui sebuah karya seni yang memiliki makna spiritual.
Melalui Jalan Salib Punakawan, Butet mencoba memadukan dua dunia yang berbeda, yakni tradisi Jawa dan nilai-nilai religius yang universal.
Baginya, perjuangan, pengorbanan, serta pesan kemanusiaan yang terdapat dalam kisah Yesus dapat diterjemahkan ke dalam bahasa budaya lokal tanpa menghilangkan makna utamanya.
Karya tersebut pun menjadi simbol dialog lintas budaya yang mempertemukan tradisi Jawa dengan pesan kemanusiaan yang mendunia. Butet berharap lukisan yang ia persembahkan kepada Paus Leo XIV itu dapat terus menjadi pengingat bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan untuk menjembatani perbedaan serta menyatukan berbagai latar belakang dalam satu nilai kemanusiaan yang sama.
Share to:
Related Article
-
Mengenal Lebih Dekat Ecoprint, Seni Cetak Berbasis Alam
Update|April 18, 2026 21:15:00
