Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi Asri Welas. Bagi Asri, Guruh bukan sekadar sosok yang mengajarinya seni tari, tetapi juga seseorang yang hadir seperti seorang ayah dalam hidupnya.
Asri mengenal Guruh sejak berusia 11 tahun saat bergabung dengan sanggar seni GSP Production. Hubungan keduanya pun semakin dekat, terlebih setelah ayah Asri meninggal dunia ketika dirinya berusia 17 tahun.
''Asri umur 17 tahun ditinggal sama Papaku, jadi Mas Guruh seperti Bapak saya ada di sini. Saya belajar banyak hal dari Mas Guruh," ungkap Asri saat melayat ke rumah duka Guruh di Jakarta Selatan, Sabtu, 26 September 2026.
Ada satu cerita sederhana yang sampai sekarang masih diingat Asri. Saat masih SMA, ia pernah mendapat nilai 100 untuk tugas menulis puisi berjudul "Mercusuar".
Rupanya, puisi tersebut dibantu oleh Guruh. Kala itu, Asri sedang terburu-buru karena harus mengikuti latihan menari, sementara tugas sekolahnya belum selesai. Guruh kemudian mengambil alih buku tulis Asri dan membantu membuat puisi tersebut.
Tanpa mengetahui cerita di baliknya, guru Asri justru memberikan nilai sempurna karena menganggap puisi itu memiliki makna yang bagus.
Bukan cuma saat Asri masih belajar, Guruh juga tetap memberi perhatian ketika dirinya mulai berkarier sebagai aktris. Asri mengaku banyak mendapat masukan dan kritik dari Guruh yang membantunya berkembang.
Kini, Guruh telah berpulang di usia 73 tahun. Bagi Asri, sosok Guruh meninggalkan banyak pelajaran dan kenangan yang akan terus dibawa dalam perjalanan hidupnya.
''Terimakasih, Mas Guruh. Mas Guruh diterima di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala di tempat terbaik," kata Asri.
Share to:
Related Article
-
Sedih Banget, Ini 7 Tokoh Tanah Air yang Meninggal Dunia Hingga Mei 2020
Update|May 05, 2020 19:03:04
