Dunia sedang dihebohkan dengan mewabahnya virus corona jenis baru, yaitu Novel coronavirus (2019-nCov) yang berasal dari Wuhan China. Untuk mencegah virus yang mematikan tersebut, hingga kini belum ada vaksin yang bisa mencegahnya.
Untuk mengembangkan vaksin virus corona yang sudah menyebar hingga ke 13 negara, perusahaan farmasi hingga koalisi dan organisasi kesehatan di dunia turut andil dalam meneliti perkembangan virus corona.
Dikutip dari berbagai sumber bahwa saat ini lembaga kesehatan pun sedang berlomba mengembangkan vaksin virus corona yang baru akan di uji coba pada 16 minggu ke depan.
Informasinya bahwa minggu ini Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (Cepi) mengumumkan akan menggelontarkan dana sebesar 8,4 juta pounds atau setara Rp149 miliar untuk menjalankan tiga program yang dipimpin oleh perusahaan Inovio Pharmaceuticals Moderna dan University of Queensland.
Cepi berjuang untuk membuat vaksin yang layak untuk melawan virus corona dalam kurun waktu hanya 16 minggu. Namun, diperedeksi juga bahwa pengujian untuk keamanan dan keefektifan virus ini akan memakan waktu yang lebih lama.
Apabila membutuhkan waktu sekira 16 minggu, maka diprediksi vaksin virus corona akan rampung pada April 2020 dan baru akan di tes.
Share to:
Related Article
-
Setelah 11 Tahun, Tonight Show NET TV Resmi Dinyatakan Berakhir
Update|November 15, 2024 12:00:00