Unik, Negara Ini Punya Tradisi Menembak Meriam di Bulan Ramadan

Unik, Negara Ini Punya Tradisi Menembak Meriam di Bulan Ramadan

Foto

Istimewa


Memasuki bulan Suci Ramadhan di Indonesia pada tahun 2020 ini banyak hal yang dirindukan oleh Masyarakat Indonesia, lantaran pemerintah menghimbau untuk dirumah saja demi memutuskan rantai penyebaran Covid 19, dalam menjalankan ibadah membuat tradisi tahunan yang sering dilakukan pada masa Ramadhan pun kini tidak diadakan. 

Seperti hal nya buka bersama dan keliling membangunkan sahur yang sudah menjadi tradisi Ramadan di Indonesia kini juga ikut tidak ada. 

Jika, tradisi Ramadan di Indonesia bangunkan sahur keliling dan buka bersama bagaimana jika tradisi Ramadan dengan Menembak Meriam ya gaes? 

Seperti yang dilakukan oleh para umat Muslim di Kota Sarajevo, Bonsania yang memiliki tradisi Ramadan berbeda dengan lainnya. 

Ramadhan di Sarajevo kerap ditandai dengan dilepaskannya tembakan meriam di kota tersebut

Sehari sebelum memasuki awal bulan Ramadhan, masyarakat Muslim di Bosnia rutin menembbakkan meriam di Yellow Fotress di Kota Kuno Vratnik yang menandai iftar atau waktu berbuka puasa. Hal ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti masyarakat muslim di Bosnia. 

Dahulunya tradisi ini sempat tidak diadakan lantaran dilarang oleh diktraktor Josip Broz Tito saat namanya masih menjadi Yugoslavia. Hanya seiring dengan pecahnya Uni Soviet tradisi itu mulai diadakn kembali pada tahun 1990. 

Tak hanya Bosnia yang memiliki tradisi unik tersebut, melainkan Negara Islam lainnya seperti Mesir,Uni Emirat Arab, Bangladesh,Kuwait dan Arab Saudi juga melakukan tradisi yang sama setiap ingin memasuki awal Ramadhan. 

Di Makkah, tradisi itu juga masih dilakukan hingga saat ini. Tak sedikit anak-anak yang menanti suara letusan meriam itu jelang maghrib seperti dikatakan pihak kepolisian Makkah.

"Ketika kepolisian Makkah dibentuk 75 tahun silam, kami diberi tanggung jawab untuk merawat dan mengurus meriam ini. Setelah Idul Fitri, meriam ini kembali dipulangkan ke departemen spesial. Beberapa hari sebelum Ramadhan, meriam itu dikembalikan ke gunung," ujar juru bicara kepolisian Makkah, Maj Abdul Mohsin Al Maimani seperti diberitakan Arab News.

Sejarahnya, tradisi itu pertama kali dilakukan di Mesir pada abad ke-19. Ada juga yang mengatakan kalau telah dilakukan di era Mamluk pada abad ke-15. Fungsinya adalah untuk memberitahukan umat muslim untuk berbuka puasa.

Tak hanya dibunyikan saat maghrib, meriam itu juga kembali ditembakkan untuk yang kedua kalinya sebelum waktu shalat subuh. Sekaligus juga menandai awal waktu puasa di hari yang baru. ba




Tradisi Menembak Meriamtradisiramadantradisiumatmuslimramadanramadan2020

Share to: