Dear Selebgram Kuliner, Ini Saran dari Pakar biar Review Kalian Nggak Membosankan Nih, Wajib Tahu "/> " /> ">

Dear Selebgram Kuliner, Ini Saran dari Pakar biar Review Kalian Nggak Membosankan Nih, Wajib Tahu

Foto
Review kuliner (Foto: dok. Istimewa)

Sekarang netizen mulai males banget denger selebgram yang ngereview makanan pakai template: "Seenak itu, Guys!" atau yang kayak gini "Pokoknya kalian wajib coba" dan masih banyak lagi template selebgram semacam ini. 

Selain itu, cara promosi yang dipersoalkan netizen biasanya terlalu textbook: melulu memuji sampai harus mengeluarkan erangan "Emmmm, erghhh", lalu diakhiri dengan nyuruh buruan pesan. Promosi kayak gitu rupanya gak lagi memuaskan netizen.

Protes paling keras akhirnya diwakili lewat meme yang muncul baru-baru ini, yang disambut gembira dengan deretan reply kocak.

Sebenernya gimana sih review makanan yang baik dan gak bikin eneg netizen? Dadad Sesa, yang enam tahun belakangan mengelola akun kuliner Javafoodie dengan 189 ribu pengikut di Instagram memberikan saran cara review makanan buat para selebgram nih. 

Selama bekerja mengulas makanan, Dadad mengaku mengacu cara Almarhum Bondan Winarno. Misalnya, Dadad meniru Bondan yang membagi level kenikmatan makanan lewat kata-kata pilihan. Ucapan "maknyus" khas Bondan yang legendaris, misalnya, dipakai untuk menandai satu makanan emang enak banget.

Dari Bondan, Dadad juga belajar bahwa dalam mengulas, penonton membutuhkan penjelasan tekstur dan rasa lewat bahasa sederhana yang mudah diterima. Salah satu caranya dengan memakai masakan lain yang sudah familier sebagai pembanding. Pengetahuan tentang produk dari klien mutlak diperlukan agar kalimatnya variatif sehingga enggak melulu bilang “Enak parah banget!”.

"Enggak berbelit-belit atau terlalu sulit, nanti malah banyak yang enggak ngerti. Kadang terlalu sotoy juga bisa jadi blunder. Saya pernah lihat orang review tapi enggak paham product knowledge malah jadi blunder. Niatnya nyebutin bahan-bahannya apa aja, malah ternyata dibantah sama chef menu tersebut," ujar Dadad.

Selain Dadad, ada juga nih Nuran Wibisono yang rutin menulis ulasan makanan lewat pendekatan personal. Menurut Nuran, penggambaran tekstur dan rasa makanan idealnya memang diberikan para pengulas.

Kalau mau lebih lengkap, pengulas juga bisa memberi tambahan pengetahuan soal makanan itu, seperti sejarah si makanan atau bahan makannya. Untuk poin terakhir ini, ia mencontohkan mendiang Anthony Bourdain, koki dan pengulas makanan asal Amerika Serikat yang kerap berbagi pengetahuan tentang industri makanan saat membuat ulasan kuliner.

Jadi, gimana nih para selebgram makanan? Masukan para senior ini keren banget sampai enggak paham lagi, kan? Emang kerennya sekeren itu sih sampai mo nangessssss!




Berita UpdateSelebgramUpdate

Share to: