Menjawab Tantangan Kerja Masa Depan Milenial dan Gen Z versi Adrian Zakhary, Wajib Tahu Gaes!

Menjawab Tantangan Kerja Masa Depan Milenial dan Gen Z versi Adrian Zakhary, Wajib Tahu Gaes!

Foto

Menjawab Tantangan Kerja Masa Depan buat Milenial dan Gen Z versi Adrian Zakhary (Foto: Zoom/Merial Institute)


Komisaris milenial PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, Adrian Zakhary berbagi segudang strategi untuk menjawab tantangan mencari kerja buat milenial dan gen Z di era revolusi digital 4.0 gaes.

Sebagai sosok yang sudah memiliki banyak pengalaman mulai dari radio announcer, reporter, produser hingga komisaris seperti saat ini, Adrian Zakhary mengakui bahwa masih sangat banyak tantangan yang harus dihadapi Indonesia untuk memiliki daya saing yang baik gaes.

Melansir dari dokumen Kemenristekdikti, daya saing Indonesia ternyata masih ada di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand lho.

"Daya saing Indonesia masih jauh di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand. Apakah Indonesia ready? Masih banyak hal dan tantangan yang harus kita jawab," ujarnya dalam Talkshow Series melalui Zoom pada Jumat, 9 Oktober 2020.

Indonesia memiliki peluang bonus demografi Milenial dan Gen Z 

Untuk menjawab tantangan membuat banyak lapangan kerja yang berkualitas, Adrian Zakhary menyebut bahwa Indonesia memiliki bonus demografi yang sangat mungkin membuat kita menempati peringat yang lebih baik dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Adrian Zakhary, Komisaris Muda Alumni Unpad

Generasi milenial dan generasi Z saat ini tengah berada dalam fase tahun-tahun angkatan kerja yang sah menurut Undang-undang. Mereka yang berusia 18 tahun ke atas menjadi populasi terbanyak yang akan memasuki dunia kerja.

Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan lapangan kerja yang gak hanya banyak namun juga sesuai dan berkualitas. 

Untuk merealisasikan hal tersebut, Adrian menyebut bahwa inovasi adalah salah satu cara penting untuk dilakukan bukan hanya bagi milenial namun juga semua generasi. 

"Inovasi ini wajib dibangun. (Pihak-pihak yang terlibat) ada pengusaha, investor, peneliti, fakultas universitas nanti ada desainer, penyedia pelatihan keterampilan dan banyak lagi."

Anak muda harus punya skill adaptasi sebagai kunci untuk bertahan

Gak hanya ditekankan kepada pare generasi muda, alumni Universitas Padjajaran Bandung ini juga menegaskan pentingnya beradaptasi dengan generasi yang lainnya.

Jika bonus demografi tersebut tengah ada di generasi Y dan Z, namun kerja sama dan pertemuan dengan generasi yang lebih senior gak bisa dihindarkan.

Oleh karena itu, Adrian menegaskan bahwa adaptasi adalah kunci untuk bertahan.

"Kenapa kita berbicara gep antara generasi? kita hidup di era yang berbeda," ujarnya.

Dia juga mengutip beberapa hal yang harus dimiliki oleh pemuda masa kini yang merupakan misi dari Menteri BUMN, Erick Thohir yang diterapkan kepada PTPN.

Visi tersebut adalah AKHLAK atau singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

"Kita gabisa biklang ini masa x atau y. kita akan ketemu terus sama mereka. bos kita dan investor kita bisa jadi gen boomers. kita harus bisa respect," lanjutnya.

Prospek kerja milenial bidang perkebunan di era digital

Gak dipungkiri lagi, saat ini ada sangat banyak genersi milenial yang memilih untuk membuat bisnis mereka sendiri dengan membuka coffe shop atau warung kopi yang kini banyak ditemui di hampir seluruh kota di Indonesia.

Karena hal tersebut, mereka mengajak para generasi milenial untuk mempelajari berbagai bidang dimana generasi yang lebih senior sukar untuk masuk. Salah satunya adalah dunia digital dan sosial media.

Hal ini dilakukan mengingat PTPN yang tengah mengembangkan kembali sektor perkebunan teh yang baru saja hadir kembali, yakni Teh Walini gaes.

Baca Juga: Makin Optimis, Komisaris Milenial Adrian Zakhary Ungkap 3 Pondasi Digitalisasi PTPN, Perkebunan Go Digital!

"Ada banyak anak-anak muda yang lagi tertarik selain kopi. saya juga open opurtunity untuk membuat bisnis, menarik argowisata agar bisa menjadi bisnis kekinian. Teh masih menarik sekali," pungkasnya.




Omnibus Law untuk MilenialAdrian ZakharyPTPNKomisaris PTPN VIIIbonus demografi

Share to: