Eugene Museum Bakal Hadir di Bali, Berikan Sentuhan Seni Jepang-Amerika

Eugene Museum Bakal Hadir di Bali, Berikan Sentuhan Seni Jepang-Amerika

Eugene Museum Bakal Hadir di Bali, Berikan Sentuhan Seni Jepang-Amerika

Eugene Museum Bakal Hadir di Bali (Foto: Siaran pers)


Eugene Museum bakal hadir di Bali, lebih tepatnya di Nuanu, Tabanan. Nuanu sendiri merupakan daerah yang strategis, sebab berdekatan dengan Pura Tanah Lot dan kawasan Canggu.

Rencananya museum kontemporer itu akan buka pada tahun 2026 bersamaan dengan Eugene Kangawa/Eugene Studio (Eugene).

Baca Juga: Lokananta, Studio Musik Legendaris yang Disulap Jadi Museum Modern di Solo

Eugene Kangawa sendiri merupakan seniman kontemporer Jepang, yang dikenal karena pendekatannya yang canggih dan menakjubkan dalam lukisan, instalasi berskala besar, dan berbagai proyek yang ditujukan untuk inisiatif anak-anak dan sosial.

Eugene sangat terkenal karena pameran tunggalnya di Museum Seni Kontemporer Tokyo, salah satu museum seni kontemporer paling bergengsi di Jepang, di mana ia mencetak rekor sebagai seniman termuda yang mengadakan pameran tunggal di museum tersebut. Pameran ini menjadi fenomena sosial dan menimbulkan antrian panjang.

Sementara itu, perancangan arsitektur museum akan dipimpin oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Matin, peraih Aga Khan Award for Architecture 2023. 

Museum ini akan mencakup 3.000 meter persegi dengan lebih dari 15 ruang galeri, kafe, perpustakaan, dan ruang baca. Selain berfungsi sebagai ruang pameran, Eugene Museum bertujuan menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan keterlibatan komunitas dengan penekanan kuat pada partisipasi sosial.

Bali dianggap sebagai episentrum Asia ,tidak hanya karena letak geografisnya yang berada di garis khatulistiwa dan berada di pusat dunia, namun juga karena perpaduan unik antara kekayaan budaya tradisional dan lingkungan alam yang subur.

Keunikan ini menarik banyak orang dari seluruh dunia, menjadikannya salah satu tempat paling tanpa batas di Asia dalam hal kewarganegaraan. Semua elemen ini selaras dengan tema simbiosis Eugene.

Eugene pun berterima kasih atas antusiasme dari berbagai komunitas dan kolektor dari Indonesia dan luar negeri yang mengusulkan dan mendukung realisasi Eugene Museum untuk menjadi rumah permanen karyanya.

"Nusantara, yang merujuk pada kepulauan dalam Bahasa Indonesia, adalah kata yang syarat dengan sejarah dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dalam pengertian terpisah tetapi terhubung pada saat yang sama ini, saya berpikir bagaimana seluruh dunia bisa dianggap sebagai kepulauan juga," kata Eugene dalam rilisnya yang diterima tim Kuyou, Senin (3/6).

Eugene Museum berusaha untuk tetap memperhatikan lingkungan di sekitar kawasan museum dan tidak mengembangkan upaya gated community yang memisahkan ruang antara lokasi wisata ini dengan warga lokal. Hal tersebut terlihat dari konsep ruang yang diupayakan timnya.

Museum rancangan Andra tersebut menafsirkan konsep museum karya Eugene dan menyatukannya dengan filosofi tradisional desa Bali kuno. Arsitektur dan lanskap dirancang menimbulkan gangguan seminimal mungkin terhadap alam dengan kegiatan yang tanpa sedikit pun merusak pohon-pohon dengan mempertahankan lingkungan alam yang sudah ada di lokasi.

"Ada kesamaan antara karya Eugene dan karya saya yang mencakup kekaguman kami terhadap matahari, angin sepoi-sepoi, dan bayangan," sebut Andra.

Harapan Eugene museum ini bisa jadi ruang yang mudah diakses oleh semua generasi dan melampaui batas-batas negara. Di luar perannya sebagai lembaga seni permanen, museum ini siap untuk terlibat aktif dalam inisiatif sosial, termasuk kegiatan workshop yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan sekitar dan komunitas lokal.

Kawasan ini juga akan didedikasikan untuk konservasi lingkungan dan berbagai program berbasis masyarakat. Konservasi lingkungan yang direncanakan mencakup perlindungan spesies kupu-kupu lokal, pengadaan laboratorium daur ulang, pengenalan kereta listrik, dan penerapan program pelestarian terhadap anjing lokal.

Selaras dengan hal tersebut, telah berdiri sekolah dasar internasional di dekat kawasan museum dan selanjutnya pihak sekolah akan membangun tingkat menengah pertama dan atas. Hal ini diharapkan bisa menjadi integrasi yang bermanfaat bagi siswa sekolah. Selain itu, museum itu juga akan mengadakan program bersama komunitas lokal dengan membentuk Program Sosial Eugene.

Baca Juga: Gandeng Seniman Muda, It's Ready Space Hadirkan Pameran 'UNDISCLOSED DESIRES' di Yogyakarta

Program ini berupaya untuk berkolaborasi dengan komunitas lokal dan institusi pendidikan terdekat dengan menyelenggarakan workshop keterampilan dan mengundang sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi lokal dan peserta internasional. Program workshop ini direncanakan melibatkan beragam kelompok individu, termasuk para profesional seni dan pengusaha.




Eugene MuseumEugene Museum BaliMuseum di BaliEugene KangawaAndra Matin

Share to: