Pasar pendidikan Metaverse global diperkirakan akan tumbuh sepuluh kali lipat dan mencapai nilai $25 miliar pada tahun 2030 menurut data dari AltIndex.com.
Menurut survei Statista, pasar pendidikan Metaverse global bernilai $1,7 miliar dua tahun lalu. Sejak saat itu, angka ini telah tumbuh sebesar 47%, mencapai $2,5 miliar tahun ini.
Baca Juga: Adrian Zakhary Soroti Wisuda Metaverse di Universitas Siber Asia
Pertumbuhan ini diperkirakan akan terus berlanjut, dengan pasar yang diproyeksikan akan meningkat rata-rata 46% per tahun, menghasilkan nilai pasar sebesar $25 miliar pada tahun 2030.
Founder MAJA Labs, Adrian Zakhary menyebut hal ini sebagai penanda transformasi besar dalam sektor pendidikan global. Metaverse menawarkan sistem pembelajaran yang lebih baik.
"Pasar pendidikan Metaverse yang diprediksi akan mencapai $25 miliar pada tahun 2030 menandakan transformasi besar dalam sektor pendidikan global. Metaverse menawarkan kesempatan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, imersif, dan personal," sebut Adrian Zakhary.
Adrian pun mengajak sekolah-sekolah di Indonesia untuk mulai transformasi digital dengan menggunakan metaverse untuk kegiatan belajar mengajar.
Ia mengatakan ada berbagai kegiatan belajar mengajar yang bisa lebih efektif dan efisien dengan menggunakan teknologi metaverse, seperti praktik ilmiah, tur virtual dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Indonesia Punya Potensi Kuasai Industri Kreatif di Era Metaverse
"Sekolah-sekolah di Indonesia harus mulai memanfaatkan potensi besar Metaverse dalam pendidikan. Dengan pasar yang diprediksi mencapai $25 miliar pada tahun 2030, ini adalah peluang emas untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih inovatif dan imersif bagi siswa," kata Adrian.
Share to:
Related Article
-
Makna Kejujuran ala Menteri BUMN Erick Thohir Ini Bisa Jadi Inspirasi buat Milenial & Gen Z yang Mulai Bisnis
Erick Thohir|July 01, 2021 12:11:24