Elon Musk dikabarkan mulai menggeser fokus ambisi eksplorasi antariksa dari Mars ke Bulan. Setelah bertahun-tahun menyuarakan visi kolonisasi Planet Merah, pendiri SpaceX itu kini menaruh perhatian lebih besar pada kemungkinan membangun kota permanen di Bulan sebagai tahap awal peradaban manusia di luar Bumi.
Perubahan arah ini dinilai berkaitan dengan tantangan teknis dan logistik yang masih sangat besar untuk misi Mars. Dibandingkan Mars, Bulan dinilai lebih realistis untuk dijadikan laboratorium hidup manusia karena jaraknya relatif dekat, waktu tempuh yang lebih singkat, serta peluang dukungan suplai dari Bumi yang lebih memungkinkan.
Bulan juga dianggap strategis sebagai pusat transit dan pengembangan teknologi antariksa. Dengan membangun permukiman di Bulan, manusia dapat menguji sistem kehidupan jangka panjang, energi berkelanjutan, serta eksploitasi sumber daya luar angkasa sebelum melangkah lebih jauh ke Mars atau planet lainnya.
Rencana kota di Bulan tersebut mencakup infrastruktur dasar seperti habitat manusia, sistem energi, hingga fasilitas industri berbasis teknologi tinggi. Konsep ini sejalan dengan visi Musk tentang peradaban multiplanet, meski pendekatan yang ditempuh kini lebih bertahap dan pragmatis.
Meski belum ada kepastian jadwal realisasi, gagasan ini kembali memicu diskusi global tentang masa depan eksplorasi luar angkasa. Peralihan fokus dari Mars ke Bulan menunjukkan bahwa ambisi antariksa tidak hanya soal tujuan akhir, tetapi juga strategi jangka panjang dalam memastikan keberlanjutan manusia di luar Bumi.
Share to:
Related Article
-
Fix! Telkom Buka Blokir Netflix Setelah 4 Tahun Penantian Gaes
Viral|July 08, 2020 18:37:11
