Sulianto Indria Putra Soroti Nasib Guru Honorer NTT, Janjikan Bantuan Finansial Seumur Hid

Sulianto Indria Putra Soroti Nasib Guru Honorer NTT, Janjikan Bantuan Finansial Seumur Hid

Lewat komunitas TWS, influencer ini dorong bantuan jangka panjang untuk pendidik di Kupang/Foto: Dok. Koleksi Pribadi Sulianto Indria Putra


Jakarta - Nama Sulianto Indria Putra tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Influencer dengan lebih dari satu juta pengikut di Instagram ini dikenal sebagai pendiri komunitas edukasi digital TWS, ruang belajar literasi finansial, investasi, hingga pengelolaan aset digital.

Di balik aktivitas digitalnya, Suli—sapaan akrabnya—memegang satu prinsip kuat: keberhasilan harus memberi dampak sosial. Prinsip itu semakin menguat saat ia mendengar kisah seorang guru honorer di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama Agustinus yang telah mengabdi selama 23 tahun.

Gajinya diketahui dipangkas dari Rp600.000 menjadi Rp223.000 per bulan. Sementara itu, kepala sekolah di tempat yang sama, Wesli, hanya menerima Rp100.000 per bulan. Realitas tersebut menyentuh sisi kemanusiaan Suli.

“Jika kita berbicara tentang masa depan bangsa, maka kita sedang berbicara soal guru. Jika guru tidak sejahtera, kita sedang membiarkan fondasi itu rapuh,” kata Sulianto Indria Putra.

Baca Juga: Isyana Sarasvati Bantah Pernah Terima Beasiswa LPDP

Bantuan Dirancang Berkelanjutan

Suli tak melihat kabar tersebut sebagai sekadar berita menyedihkan. Ia menganggapnya sebagai panggilan tanggung jawab. Melalui komunitas TWS, ia menggagas bantuan finansial jangka panjang, bahkan dirancang untuk seumur hidup.

Langkah ini tidak diambil secara impulsif. Suli berdiskusi dengan tim internal serta anggota komunitasnya agar skema bantuan dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan.

“Saya percaya bahwa trust economy bukan hanya tentang kepercayaan dalam transaksi digital, tapi juga kepercayaan bahwa keberhasilan dapat membawa perubahan nyata,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Generasi Digital dan Tanggung Jawab Sosial

Bagi Suli, generasi muda pengusaha digital Indonesia harus mampu menghadirkan dampak yang lebih luas dari sekadar angka pertumbuhan.

Ia menilai ketimpangan penghasilan guru di NTT sebagai persoalan serius yang tak bisa diabaikan.

“Tidak masuk akal jika seseorang yang menjaga masa depan bangsa harus bertahan dengan angka seperti itu,” tegasnya.

Menurutnya, tekanan ekonomi bisa berdampak pada beban mental para pendidik. Dengan adanya bantuan rutin, ia berharap mereka dapat lebih fokus menjalankan peran sebagai pembentuk masa depan generasi bangsa.

Melalui langkah ini, Suli juga ingin menunjukkan bahwa prinsip diversifikasi tak hanya berlaku pada aset, tetapi juga pada dampak sosial—stabil, terencana, dan berkelanjutan.




SULIANTO INDRIAINFLUENCERGURU HONORERNTTBANTUAN FINANSIALBERITA SELEBRITI

Share to:



Modal Video 01