Jakarta - Joko Anwar memberikan penjelasan terkait poster film terbarunya Ghost in the Cell yang sempat viral karena visual “bolong-bolong” yang dinilai tidak nyaman oleh sebagian penonton. Poster tersebut bahkan dikaitkan dengan kondisi trypophobia yang membuat sebagian orang merasa terganggu saat melihatnya.
Joko menegaskan bahwa desain tersebut bukan sekadar gaya visual, melainkan memiliki makna simbolik yang berkaitan langsung dengan cerita dalam film.
Visual ‘Bolong’ Ternyata Punya Makna Tersembunyi
Menurut Joko, elemen yang terlihat seperti lubang pada poster sebenarnya tidak benar-benar kosong. Di dalamnya terdapat detail visual lain yang merepresentasikan simbol tertentu dalam cerita.
Ia menjelaskan bahwa bentuk tersebut menggambarkan “bunga seroja” yang menjadi simbol harapan di tengah situasi gelap yang dialami para karakter di dalam film.
Simbol Harapan di Tengah Sistem yang Gelap
Lebih jauh, Joko menyebut visual tersebut mencerminkan pesan utama film, yakni adanya harapan meski berada dalam kondisi paling buruk sekalipun. Film ini ingin menunjukkan bahwa selalu ada makna di balik situasi yang tampak kacau.
Ia juga mengaitkan konsep tersebut dengan kritik sosial terhadap sistem yang digambarkan dalam cerita, khususnya kehidupan para narapidana di dalam lapas.
Sengaja Bikin Reaksi Kuat dari Penonton
Joko mengungkapkan bahwa poster dibuat untuk memicu reaksi spontan dari penonton sejak pertama kali melihatnya. Rasa tidak nyaman itu justru menjadi bagian dari pengalaman yang ingin ia hadirkan.
Film Ghost in the Cell sendiri dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 April 2026, dengan genre horor komedi berlatar kehidupan di dalam penjara yang dipenuhi teror misterius.
Share to:
Related Article
-
5 Rekomendasi Film Ajarkan Toleransi Sesama Agama yang Wajib Disaksikan Bareng Keluarga
Film|October 01, 2021 00:02:27
