Tak banyak orang yang bisa mengatakan telah menjadi bagian dari Apple sejak perusahaan itu baru berdiri. Chris Espinosa adalah salah satunya.
Direkrut langsung oleh Steve Jobs saat masih berusia 14 tahun, Espinosa kini tercatat sebagai satu-satunya karyawan yang terus bertahan sepanjang hampir 50 tahun perjalanan Apple.
Apple didirikan pada 1 April 1976 oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak di garasi rumah keluarga Jobs, Cupertino, California, Amerika Serikat.
Dari perusahaan rintisan sederhana, Apple kini menjelma menjadi salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar yang mendekati USD 4 triliun, laba tahunan lebih dari USD 100 miliar, serta miliaran perangkat yang digunakan di berbagai belahan dunia.
Sebagai karyawan kedelapan Apple, Espinosa menjadi saksi langsung setiap fase penting perusahaan. Ia mengenang masa-masa awal Apple sebagai periode yang dipenuhi semangat untuk membangun sesuatu yang baru, meski dibayangi risiko kegagalan yang sangat besar.
Perjalanan Espinosa bersama Apple bermula saat ia bertemu Steve Jobs di Byte Shop, sebuah toko komputer di California pada 1976.
Saat itu, Jobs mengajaknya membantu mengembangkan perangkat lunak untuk Apple II menggunakan bahasa pemrograman BASIC. Produk tersebut kemudian menjadi salah satu komputer pribadi pertama yang sukses menarik perhatian pasar.
Meski sempat meninggalkan pekerjaan penuh waktu demi menempuh pendidikan di University of California, Berkeley, Espinosa tetap berkontribusi bagi Apple sebagai karyawan paruh waktu.
Ia bahkan menyusun buku panduan pengguna Apple II yang terdiri dari lebih dari 200 halaman. Pada 1981, Steve Jobs kembali mengajaknya bergabung sebagai karyawan penuh waktu.
Karier Espinosa juga diwarnai berbagai tantangan. Saat Steve Jobs hengkang dari Apple pada 1985 akibat konflik internal dengan CEO John Sculley, perusahaan memasuki masa sulit dan beberapa kali melakukan pemutusan hubungan kerja. Namun, Espinosa berhasil melewati seluruh gelombang PHK tersebut.
Ia mengungkapkan, salah satu manajernya pernah berseloroh bahwa masa kerjanya yang sangat lama membuat biaya pesangonnya terlalu mahal jika harus diberhentikan. Meski sempat khawatir karena tidak memiliki gelar sarjana dan belum pernah bekerja di perusahaan lain, Espinosa akhirnya memilih tetap bertahan di Apple.
Menurutnya, titik balik perusahaan terjadi pada 1997 ketika Steve Jobs kembali memimpin Apple. Sejak saat itu, perusahaan kembali menunjukkan pertumbuhan pesat hingga menjadi salah satu raksasa teknologi dunia seperti saat ini.
Kini, di usia 64 tahun, Chris Espinosa masih aktif bekerja di divisi sistem operasi Apple TV. Kesetiaannya selama puluhan tahun juga membuahkan hasil.
Sebanyak 2.000 lembar saham Apple yang pernah diberikan Steve Wozniak setelah perusahaan melantai di bursa pada 1980 kini bernilai sekitar USD 114 juta atau lebih dari Rp1,8 triliun, menjadikannya salah satu saksi hidup perjalanan luar biasa Apple dari garasi kecil hingga mendunia.
Share to:
Related Article
-
10 Fakta Menarik Yenni Kristiani, Istri Jeffry Jouw yang Fashionable Abis!
Update|March 23, 2021 00:00:30
