Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 7 Bandara Masih Ditutup

Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 7 Bandara Masih Ditutup

Sumber Foto : Istimewa


JAKARTA – Dampak letusan Gunung Anak Krakatau masih terasa pada Senin (7/9/2026). Sebaran abu vulkanik yang memasuki ruang udara membuat tujuh bandara di Indonesia masih belum dapat beroperasi normal, termasuk dua bandara yang melayani kawasan Jakarta.

Gangguan penerbangan terjadi setelah Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas sejak Jumat malam. Material abu yang terbawa angin menyebar cukup jauh dari kawasan Selat Sunda dan menjadi ancaman bagi keselamatan penerbangan.

Hingga Senin, lebih dari 2.300 penerbangan dilaporkan terdampak dan jumlah penumpang yang terkena imbasnya telah melampaui 270 ribu orang. Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga masih ditutup hingga setidaknya Senin sore.

Abu vulkanik menjadi perhatian serius karena partikelnya dapat mengganggu mesin pesawat. Kondisi tersebut membuat otoritas penerbangan harus memastikan ruang udara benar-benar aman sebelum aktivitas lepas landas dan pendaratan kembali dilakukan secara penuh.

Gangguan tidak hanya dirasakan penumpang domestik. Sejumlah penerbangan internasional juga harus mengalami perubahan jadwal, pembatalan maupun aktivasi ke bandara lain.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat yang memiliki rencana perjalanan udara diminta memeriksa status penerbangan secara berkala. Kondisi sebaran abu dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin sehingga keputusan operasional bandara juga dapat disesuaikan sewaktu-waktu.

Aktivitas Anak Krakatau sendiri masih terus dipantau. Meskipun intensitas letusan telah menunjukkan perubahan, potensi aktivitas lanjutan belum sepenuhnya dapat dikesampingkan. 

Teks kata-kata: Erupsi Anak Krakatau masih berdampak pada penerbangan. Tujuh bandara belum beroperasi normal dan lebih dari 270 ribu penumpang terdampak gangguan perjalanan udara.






Share to:



Modal Video 01