Kecam Penolakan Jenazah Perawat, Ganjar Pranowo: Menolak Jenazah itu Dosa!

Kecam Penolakan Jenazah Perawat, Ganjar Pranowo: Menolak Jenazah itu Dosa!

Foto
Ganjar Pranowo (Foto: dok. Instagram)

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kecam penolakan jenazah perawat yang terpapar virus corona yang terjadi di Kabupaten Semarang. 

Baginya, kejadian yang menyayat hati ini ternyata merupakan yang kesekian kali. Oleh karena itu, dia meminta maaf kepada semua orang yang dirugikan dan meminta semua orang untuk mengedepankan rasa kemanusiaan.

"Saya mohon maaf. Saya ingin kembali mengajak bapak-ibu untuk ngrogoh roso kemanungsan (rasa kemanusiaan) yang kita miliki," katanya dalan sebuah video Instagram TV pada Jumat, 10 Agustus 2020.

Ganjar Pranowo juga mengatakan bahwa pengurusan pemakaman jenazah pasien COVID-19 sudah sesuai standar yang aman. Jenazah sudah dilakukan pencucian secara syar'i, dibungkus kantung plastik yang tidak tembus air dan dimasukan ke dalam peti.

"Pengurusan jenzah pasien COVID-19 sudah dilakukan dengan standar yang aman. Baik dari segi agama maupun medis," lanjutnya.

Para ahli kesehatan juga mengatakan bahwa ketika jenazah dikubur, secara otomatis virusya akan mati di dalam tanah. Artinya jenazah tidak akan menularkan virus kepada manusia lainnya.

Mengutip fatwa Majelis Ulama Indonesia, Ganjar mengatakan bahwa penolakan jenzah adalah perbuatan dosa.

"Majelis Ulama pun sudah berfatwa bahwa mengurus jenazah itu wajib hukumnya. Sementara menolak jenazah itu dosa," ujarnya.




Penolakan JenazahGanjar PranowoJenazah PerawatJenazah pasien COVID19

Share to: