Potret Sholat Tarawih di Masjidil Haram Ini Pasti Bikin Sedih Lihatnya

Potret Sholat Tarawih di Masjidil Haram Ini Pasti Bikin Sedih Lihatnya

Foto

Istimewa


Di tengah pandemi corona yang belum mereda di sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, pelaksanaan ibadah sholat tarawih di Masjidil Haram hanya diikuti oleh puluhan jemaah.

Sangat berbanding terbalik dari bulan-bulan Ramadhan pada biasanya. Ada yang berbeda juga dengan pelaksanaan dengan potret pelaksanaan ibadah sholat tarawih di Masjidil Haram tahun ini.

Kini Masjidil Haram tampak sepi, pelaksanaan sholat di Masjidil HAram tahun ini hanya terdiri dari enam saf saja. Tampak pula barisan jemaah antar sah yang berjarak cukup jauh. 

Para Jemaah yang ikut melaksanakan ibadah sholat tarawih di Masjidil Haram juga tampak tidak mengenakan masker. 

Selain itu, jumlah rokaat sholat tarawih pun mengalami pengurangan, dari yang biasanya 20 rakaat kini hanya 10 rakaat saja. 

Penampakan sepinya pelaksanaan sholat tarawih di Masjidil HAram ini, mendapatkan banyak komentar dari netizen. 

"Masya Allah, Allahuaknar," komentar seorang netizen. 

"Alhamdulillah ya Allah," sambung netizen lainnya.

Diketahui, Arab Saudi telah memberikan aturan yang sangat ketat dalam menghadapai pandemi virus corona.

Namun ditengah peraturantersebut, Raja Salman akhirnya mengizinkan pelaksanaa Sholat Tarawih di dua masjid suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. 

Dengan izin yang diberikan oleh Raja Salman tersebut, Raja Salman tetap menangguhkan masuknya jamaah ke dua masjid tersebut. Jadi sholat dilakukan dengan jumlah orang yang sangat terbatas. 

Diketahui juga, Arab Saudi berencana untuk mengurangi aturan jam malam yang diberlakukan di beberapa kota selama bulan Ramadhan untuk memungkinkan orang lebih banyak waktu berbelanja untuk kebutuhan-kebutuhan penting dalam batas-batas lingkungan mereka. 

Seperti dilansir dari Saudi Gezette, pihak berwenang di Kerajaan Arab Saudi telah merevisi aturan jam malam di tengah pandemi virus corona selama bulan Ramadhan yang akan datang. Hal ini juga telah disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri negara tersebut.

Menurut waktu yang direvisi, penduduk kota-kota yang tidak sepenuhnya di-lockdown, diizinkan untuk keluar antara pukul 9 pagi dan 5 sore selama bulan suci Ramadhan.

Aturan agak dilonggarkan.

Namun penduduk di daerah-daerah yang berada di bawah lockdown total, penduduk hanya diperbolehkan keluar untuk kebutuhan penting.

Penduduk hanya boleh keluar untuk berbelanja bahan makanan atau kunjungan medis. Ini juga berlaku antara pukul 09.00 pagi dan pukul 17.00 sore.




masjidilharammasjidnabawiterawihramadan2020covid19

Share to: