Gimana Ya Rasanya Kalau Berpuasa di Negara Tanpa Matahari Terbenam? Simak Yuk

Gimana Ya Rasanya Kalau Berpuasa di Negara Tanpa Matahari Terbenam? Simak Yuk

Foto

Istimewa


Berpuasa merupakan syarat dalam rukun islam yang wajib dijalankan bagi setiap umat Islam. Umat islam mampu menjalan puasa dengan menahan lapar,haus dan nafsu mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. 

Umumnya,menjalankan puasa terhitung sekitar tiga belas jam namun tergantung dari daerah-daerah dengan menyesuaikan waktunya ada yang lebih lama atau pula lebih cepat. 

Seperti halnya yang dirasakan oleh para umat muslim di Denmark yang akan menjalankan puasa lebih lama dati pada para umat muslim yanh berada di belahan bumi selatan. 

Bahkan, ada beberapa tempat di mana matahari tidak terbenam sama sekali pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Bahkan di Svalbard, sebuah kepulauan Norwegia di Samudra Arktik, mereka bisa bermandikan cahaya 24 jam dari bulan April hingga Agustus.

Hal tersebut pun dijelaskan oleh Seorang Imam Masjid di Oslo, Norwegia Asim Mohammed mengatakan, beberapa jemaahnya akan mengambil libur selama Ramadhan untuk mengatasi puasa yang panjang. "Di Norwegia, ada perbedaan besar antara jam siang di musim panas dan musim dingin. Selama bulan-bulan musim dingin seperti Desember, matahari terbenam bisa terjadi paling awal pukul 15.15," kata Mohammed, dilansir dari Arab News.

Menurutnya, ada tiga pilihan puasa bagi Muslim di tempat-tempat yang melihat "matahari tengah malam". Pertama, mereka dapat berpuasa sesuai dengan fajar dan matahari terbenam di kota terdekat yang tidak memiliki cahaya siang terus menerus. Kedua, berpuasa sesuai dengan waktu Mekkah. Ketiga, berpuasa sesuai dengan waktu di daerah mereka sendiri.

 




ramadanberita ramadanpuasabulan suci ramadanwaktu puasa

Share to: