Fakta Menarik Bayi Jeongin, Sosok Viral Kekerasan Anak di Korea Selatan Gaes

Fakta Menarik Bayi Jeongin, Sosok Viral Kekerasan Anak di Korea Selatan Gaes

Foto
Kolase foto Bayi Jeongin fakta kasus kekerasan anak di Korea (Foto: World Today News)

Siapa yang penasaran dengan tagar #SorryJungin yang iral beberapa waktu lalu.

Tagar #SorryJungin yang dibuat oleh Jimin BTS ini menyimbolkan kematian seorang anak oleh orangtua angkatnya karena kekerasan. Kasus ini sangat membuat marah warga Korea Selatan hingga viral ke seluruh dunia. 

Sementara itu, Bayi Jeongin adalah seorang anak angkat berusia 16 bulan yang mengalami kekerasan hingga meninggal dalam waktu 271 hari setelah dia diadopsi

Baca Juga: Fakta-fakta Penelusuran Sara Wijayanto di Tempat Bekas Diskotik, Serem Banget!

Penasaran dengan kisah JeongIn selengkapnya? Berikut KUYOU.id rangkum beberapa fakta dan kronologi meninggalnya JeongIn hingga viralnya tagar #SorryJungin.

Jeongin adalah seorang bayi adopsi dari pasangan keluarga Ibu penerjemah dan Ayah karyawan TV

Jeong-in diadopsi Januari lalu oleh pasangan suami istri yang memiliki sorang putri kandung. Sang ibu adalah seorang penerjemah dan ayahnya adalah seorang karyawan sebuah perusahaan penyiaran.

Kala itu, kedua orangtua angkat Jeongin sempat muncul dalam program Sistem Penyiaran Pendidikan Korea. Mereka menjadi contoh dalam siaran untuk mempromosikan tentang mengadopsi anak gaes!

Dalam siaran yang kemudian menjadi viral tersebut, wajah Jeongin sudah terlihat sangat memprihatinkan. Sayangnya, publik masih belum mengetahui tindak kejahatan kedua orangtua angkatnya ini.

Bayi Jeongin masih berusia sekitar 1 tahun 4 bulan

Berdasarkan penelusuran, Bayi Jeongin masih berusia sekitar 1 tahun 6 bulan ketika di adopsi oleh orang tuanya gaes. Tanggal lahir bayi Jeongin adalah 10 Juni 2019 gaes

Baca Juga: 10 Cara Memilah Skincare Viral di TikTok, Versi Lokal Gaes

Bayi Jeongin memiliki kakak perempuan yang merupakan anak kandung dari orang tuanya

Salah satu yang menjadi sorotan netizen adalah, kedua orang tua angkat Jeongin sebenarnya memiliki sorang anak kandung lho gaes.

Mereka dikaruniai oleh seorang purtri cantik yang kini berusia 4 tahun.

Hal ini lah yang menjadi pertanyaan masyarakat Korea, atas alasan apa mereka melakukan adopsi anak hanya untuk menyiksanya.

Viral muncul isu kekerasan bayi oleh Guru TK-nya dan dilaporkan ke polisi, namun bukti tak terlalu kuat

Menurut laporan SBS, orang tua angkat secara brutal menganiaya Jeong-in selama berbulan-bulan. Seorang guru di pusat penitipan anak ternyata pernah membuat laporan pertama tentang dugaan pelecehan anak ke Kantor Polisi Yangcheon Mei lalu setelah dia menemukan memar di tubuh Jeong-in lho.

Dia juga melihat bahwa perutnya yang cembung, Jeongin terlihat sangat lemas tanpa tangisan hingga tak napsu makan.

Sayangnya, mereka berhasil lolos karena alasan orantua yang kepada Polisi, Mereka mengatakan bahwa hanya ingin memijat si bayi namun tak disangka pijatannya terlalu keras.

Akhirnya, polisi menutup kasusnya.

Karena was-was diketahui prang lain, orangtua angkat JeongIn kemudian menahan gadis malang itu di rumah dan jarang kembali mengirimnya ke penitipan anak. 

Dari bulan Juli hingga September, dia hanya muncul sebanyak 6 kali di penitipan anak. Padahal putri kandung pasangan kejam ini selalu hadir lho.

Memilukan, bayi Jeongin ditemukan meninggal dunia setelah 9 bulan setelah diadopsi, tepatnya 13 Oktober 2020

Jeong-in meninggal pada 13 Oktober 2020, di sebuah rumah sakit di Mok-dong, Distrik Yangcheon. Tubuhnya memar, banyak tulang patah dan ada luka di kepalanya. 

Dia menderita tiga kali serangan jantung di rumah sakit dan dokter tidak bisa lagi menolongnya. Menurut otopsi oleh Layanan Forensik Nasional, Jeong-in meninggal karena pendarahan internal yang serius pada organnya yang disebabkan oleh kekerasan eksternal.

Dia hanya memiliki berat 8 kilogram pada usia 16 bulan. Ketika dia diadopsi oleh pasangan itu pada Januari, dia berusia tujuh bulan dan beratnya 9 kilogram.

Media Korea Selatan beberkan CCTV Penyiksaan Bayu Jongin

Baru-bari ini, CCTV di pusat penitipan anak pun mengungkap kekerasan yang dilakukan Ibu angkat JeongIn kepadanya.

Baca Juga: Viral Tradisi Unik di Wisma Atlet, Pasien Sembuh COVID19 Diwisuda Bak Sarjana Gaes

Saat hendak masuk ke sebuah lift, ibu angkat gadis malang ini mendorongnya sampai membuat JeongIn ketakutan. Terlihat jelas bahwa dia memegang erat kereta bayinya karena terkejut atas dorongan sang wanita yang sangat keras.

Beberapa kali Jeongin terlihat terjungkal ke depan dan ke belakang sambil dimarahi gaes!

Tindakan Polisi bikin warga Korea marah hingga naiknya tagar #SorryJungin di seluruh dunia

Pada bulan Juni, polisi menerima laporan bahwa Jeong-in ditinggalkan sendirian di dalam mobil yang diparkir. Sementara di bulan September, seorang dokter anak yang merawat Jeong-in melaporkan dugaan pelecehan kepada polisi. 

Dalam kedua kasus tersebut, polisi menutup penyelidikan dengan mengatakan mereka tidak dapat menemukan bukti. mereka bahkan mengatakan tidak bisa memisahkan JeongIn dari pasangan brutal tersebut gaes!

Saat diketahui JeongIn meninggal dengan segala upaya beberapa orang yang berusaha melaporkannya, mereka meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan nyawanya.

Warga Korea Selatan menaikkan tagar #SorryJungin yang diikuti oleh beberapa artis Korea selatan salah satunya adalah Jimin BTS.

Tagar #SorryJungin dan kasusnya pun viral sampai ke seluruh dunia terutama Indonesia.

Identitas kedua orang tua angkat diburu netizen seluruh Korea Selatan dan Indonesia

Polisi Yangcheon menyimpulkan bahwa pasangan itu mulai melakukan kekerasan terhadap Jeong-in satu bulan setelah diadopsi gaes!

Pada bulan November, Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul mendakwa ibu angkat atas pembunuhan tidak disengaja oleh pelecehan anak dan ayah atas kelalaian. 

Nah, itu dia sejumlah fakta meninggalnya baby JeongIn karena kekerasan orangtua angkat di Korea Selatan yang viral di sosial media.




Baby JeongInBayi JeongIn#SorryJunginKronologi penyiksaan JeongInKasus Viral JeongIn'Orangtua angkat JeongInFakta Kematian JeongIn

Share to: