Sosok dan Profil Adyos Astan, Atlet Difabel Tertua Dari Indonesia Dalam Ajang Paralympic 2020

Sosok dan Profil Adyos Astan, Atlet Difabel Tertua Dari Indonesia Dalam Ajang Paralympic 2020

Foto

Foto: Kolase Adyos Astan Atlet Difabel Tertua Paralympic 2020


Adyos Astan adalah seorang atlet difabel tenis meja. Ia masuk ke dalam jajaran nama yang akan terbang ke Tokyo untuk mengikuti ajang Paralympic 2020. Adyos Astan masuk dalam kategori kelas 4 di para tenis meja diajang Paralympic. Kategori kelas 4 ialah untuk para atlet penyandang disabilitas dengan menggunakan kursi roda. 

BACA JUGA: Kumpulan Tanggapan Netizen dan Rekaman Space Tompi Terkait Film Selesai, Diduga Rendahkan Perempuan?

Adyos Astan menjadi atlet tertua dari Indonesia yang diberangkat untuk Paralympic 2020. Adyos Astan lahir pada 1 Januari 1968. Di usianya yang ke-53, ia mampu menjadi salah satu kontingen untuk Indonesia diajang Paralympic 2020. 

Dibalik prestasi yang Ia torehkan hingga dapat berkompetisi diajang Paralympic 2020. Adyos Astan pun memiliki sepenggal kisah yang belum banyak orang-orang ketahui. 

Adyos Astan merupakan atlet sekaligus Ketua Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Maluku. Adyos Astan juga memiliki usaha yang ia bangun sejak tahun 1999. Usaha yang ia geluti dibidang ekspedisi. Hingga saat ini, Adyos telah menjabat sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) provinsi Maluku.

Selain itu, Adyos Astan pun pernah tersangkut masalah perihal doping dalam Perparnas VX di Jawa Barat tahun 2016, setelah mengonsumsi obat flu mesol menjelang pertandingan. Ketika itu urin Adyos Astan mengandung zat methyprednisalone dan glucocorticosteroid pada saat uji doping yang dilakukan laboratorium di India. 

Dewan disiplin doping pun memberikan sanksi terhadap Adyos Astan, sehingga ia tidak dapat melakukan pertandingan dalam event nasional maupun Internasional selama 6 bulan. 

2 tahun setelah kasus tersebut, keadaan kembali membaik. Di tahun 2018 lalu, pada pagelaran Asian Para Games 2018. Indonesia menjadi tuan rumah multi-event se-asia. Adyos Astan berhasil menyumbangkan medali perunggu di Asian Para Games 2018. Lalu, ditahun berikutnya Adyos mampu menorehkan medali perunggu diajang Asian Championship 2019 dalam kategori beregu kelas 4. 

Dibalik gemilangnya prestasi yang Adyos raih, selalu ada kerja keras dan kegigihan dibalik itu semua. Adyos Astan yang harus menerima kenyataan bahwa ia harus menderita Polio diusianya yang baru saja menginjak 2 tahun. Namun, ia tidak menyerah dengan keadaan yang ia hadapi. Tenis meja merupakan olahraga yang ia sukai sejak dulu. Namanya telah besar di dalam dunia tenis meja, khususnya untuk para tenis meja kategori kelas 4. Debut di tahun 1993 menjadikan titik awal dari kesuksesan Adyos, saat ia masuk ke dalam partai final diajang Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) atau yang sekarang sudah dikenal dengan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas).

BACA JUGA: Fakta-fakta Akun Instagram Opposite Unggah Potret Narkoba, Diduga Milik Alvin Faiz

Di ajang Paralympic 2020 kali ini, Adyos Astan telah lolos dalam kualifikasinya. Kualifikasi Paralympic 2020 pun diselenggarakan pada bulan Mei lalu di Slovenia. Kontingen Indonesia yang mengikuti kualifikasi Paralympic 2020 untuk kategori kelas 4 ialah Adyos Astan, Kusnanto, Tatok Hardianto, Orsita Muslim, dan Suwarti. Dari kelima atlet, hanya Adyos Astan yang berhasil melaju ke Paralympic 2020. Di Paralympic 2020, Indonesia menurunkan 3 atlet para tenis meja yang masih mampu bertahan hingga melaju ke Paralympic 2020, yaitu Adyos Astan, David Jacobs, dan Komet Akbar. 

Di ajang Paralympic 2020 ini, Indonesia menargetkan 1 medali dari cabang olahraga para tenis meja dan mencapai peringkat 60. Adyos menjadi atlet yang diharapkan untuk membawa pulang medali ke tanah air. 

Penulis: Puspo Nagati




adyos astansosok adyos astanprofil adyos astanfakta dan profil adyos astanbiodata adyos astanatlet disabilitasbiografi adyos astan

Share to: