Java Stingaree (Urolophus Javanicus) atau Ikan Pari Jawa resmi dinyatakan punah setelah masuk Daftar Merah Spesies Terancam Punah International for Conservation of Nature (IUCN).
Pengumuman ini disampaikan pada KTT iklim COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab pada 11 Desember 2023 lalu.
"Hilangnya salah satu kerabat ikan pari ini menandai kepunahan pertama spesies ikan laut akibat aktivitas manusia," kata Craig Hilton-Taylor, kepala Unit Daftar Merah IUCN, dikutip dari Radio Free Asia.
Foto: Istimewa
Menurut ketua penilai Julia Constance, kandidat PhD di Charles Darwin University di Australia, penyebab punahnya Ikan Pari Jawa adalah akibat ulah manusia. Dimana mereka melakukan penangkapan ikan secara intensif dan tidak diatur, ditambah dengan degradasi bahkan hilangnya habitat pesisir akibat industrialisasi.
Ikan Pari Jawa atau Java Stingaree pertama kali ditemukan pada tahun 1862 di pasar ikan di Jakarta oleh naturalis Jerman Eduard von Martens. Penemuan tersebut menjadi satu-satunya spesimen yang membuktikan keberadaan hewan super langka ini.
Melansir laman iNaturalistUK, Ikan pari jenis ini mempunyai karakteristik panjang mencapai 33 sentimeter (cm). Sakram sirip dadanya berbentuk oval sedikit lebih panjang daripada lebarnya. Namun, bagian depannya agak cembung dan menyatu pada sudut tumpul pada moncongnya.
Foto: Istimewa
Mata Ikan Pari Jawa diikuti oleh spirakel yang lebih besar dan berbentuk koma. Lubang hidungnya berbentuk seperti bulan sabit dan di antara keduanya terdapat tirai kulit dengan pinggiran posterior yang sangat rapat.
Baca Juga: Nostalgia Yuk, Rental Kaset VCD yang Dulu Hits Buat Anak Gen 90 & 2000-an, Sekarang Hampir Punah
Selain itu, ekor Ikan Pari Jawa lebih pendek dari cakram. Kulitnya tidak memiliki dentikel dermal dan spesies ini berwarna coklat tua di bagian atas dengan bintik gelap dan terang yang tidak jelas, serta pucat di bagian bawah.
Share to:
Related Article
-
Ini VIDEO Lengkap Oknum Guru Lempar Murid TK di Kelas, Sosoknya Diburu Netizen
Update|March 29, 2021 06:00:00