Founder MAJA Labs, Adrian Zakhary mengungkapkan arti dan makna dari istilah Non Fungible Token atau NFT.
NFT sendiri memang menjadi tren di Indonesia sekitar tahun 2022 lalu ketika seorang mahasiswa asal Semarang, Ghozali berhasil menjual foto selfie NFT dirinya meraup keuntungan hingga Rp 1,7 Miliar.
Baca Juga: Pembeli NFT Meningkat Susul Kripto, Founder MAJA Labs Sebut Sebagai Momentum
Adrian Zakhary yang membangun MAJA Labs sebagai enabler Web3 di Indonesia pun mengungkapkan arti dan makna dari istilah NFT. Hal ini disampaikan Adrian ketika menjadi bintang tamu di podcast bersama Helmy Yahya.
Foto: YouTube Helmy Yahya Bicara
Adrian menjabarkan NFT menjadi dua istilah yang dipisah, pertama 'Non Fungible' yang artinya sesuatu yang tidak tergantikan, seperti lukisan Monalisa.
"Nah jadi NFT itu ada dua istilah, yang pertama 'Non Fungible' itu adalah sesuatu yang tidak tergantikan, contohnya kayak lukisan Monalisa itu cuma ada satu di dunia dan tidak tergantikan," ungkap Adrian.
Sementara yang kedua 'Token' berarti sebagai penanda bahwa NFT ini berada pada sebuah jaringan blockchain yang menggunakan token sebagai alat transaksi.
"Nah sementara disebut 'Token' itu karena dia berada pada sebuah jaringan blockchain," sambung Adrian.
Adrian juga mencontohkan salah satu token NFT yang terkenal adalah Etherium, token yang disebut paling banyak pengguna dan transaksinya. Salah satu platform yang menggunakan Etherium sebagai tokennya adalah Opensea.
Baca Juga: Tak Pernah Mati, Founder MAJA Labs Adrian Zakhary Ungkap NFT Punya Potensi Pasar yang Luas
"Misalkan yang cukup populer adalah Etherium, yang dipakai Opensea. Jadi ada banyak jaringan blockchain, tapi kalau untuk yang NFT ini yang paling rame transaksinya itu adalah Etherium," ujar Adrian.
Share to:
Related Article
-
Pengamat Ungkap Peluang Anies vs Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta 2024
Adrian Zakhary|May 21, 2024 14:30:00