Peran Strategis Pers di Era Digital dalam Menjaga Demokrasi

Peran Strategis Pers di Era Digital dalam Menjaga Demokrasi

Pandangan Adrian Zakhary soal Tantangan Pers di Era Digital dan AI


Pers sebagai pilar keempat demokrasi memiliki peran yang semakin krusial di tengah percepatan transformasi digital. Arus informasi yang begitu deras, ditambah dengan kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI), menghadirkan tantangan baru bagi dunia jurnalistik. Dalam situasi ini, pers dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Fenomena konten berbasis AI membuka peluang sekaligus ancaman. Di satu sisi, teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi produksi berita. Namun di sisi lain, tanpa pengawasan dan etika yang kuat, AI berpotensi melahirkan konten manipulatif, hoaks, dan disinformasi yang dapat merusak tatanan demokrasi. Karena itu, insan pers perlu melakukan langkah “back to basic” dengan meneguhkan kembali Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan sebagai fondasi utama.

Pendekatan tersebut menuntut konsistensi dan ketegasan dalam menjaga prinsip kebenaran. Pers tidak boleh terjebak pada logika viral semata, melainkan harus tetap berpijak pada verifikasi data dan kepentingan publik. Upaya pencegahan terhadap bencana konten AI negatif menjadi tanggung jawab bersama, baik oleh lembaga pers maupun para pelaku media digital yang kini tumbuh pesat di ruang siber.

Dalam konteks ini, sinergi lintas ekosistem menjadi kunci. Kolaborasi antara lembaga pers, komunitas digital, pelaku teknologi AI, hingga media independen dan kreator individu perlu dibangun secara inklusif. Adrian Zakhary Sebagai Founder Maja Corp menekankan pentingnya merangkul “homeless media” dan insan konten individu agar tidak berjalan sendiri tanpa standar, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pers yang sehat dan beretika.

Dengan fondasi etika yang kuat serta kolaborasi yang terarah, peran pers di era digital justru dapat semakin diperkuat. Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga penjaga nalar publik dan demokrasi. Ketika kebenaran tetap menjadi kompas utama, pers akan terus relevan dan berdaya dalam menjaga kehidupan demokratis di Republik Indonesia.




HARI PERSDI ERA DIGITALADRIAN ZAKHARYSEBAGAIFOUNDERMAJA CORPBERITA TEKNOLOGIAISEDIKIT INFOBERITA UPDATE

Share to:



Modal Video 01